Sukses

IHSG Susut 35,73 Poin Imbas Aksi Ambil Untung Investor

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham. Investor asing masih melakukan aksi jual menambah tekanan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (1/8/2017), IHSG merosot 35,73 poin atau 0,61 persen ke level 5.805,20. Indeks saham LQ45 susut 0,75 persen ke level 966,74. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.858,93 dan terendah 5.805,20. Ada sebanyak 137 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 201 saham tertekan sehingga seret IHSG ke zona merah. 110 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 294.047 kali dengan volume perdagangan 8,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 64,60 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.317.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Pelemahan dipimpin sektor saham barang konsumsi yang susut 2,17 persen. Disusul sektor saham manufaktur melemah 1,61 persen dan sektor saham aneka industri tergelincir 1,3 persen. Sementara itu, sektor tambang naik 1,64 persen, dan memimpin penguatan.

Saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham YULE melonjak 34,48 persen ke level Rp 156 per saham, saham ALKA mendaki 26,21 persen ke level Rp 183 per saham, dan saham BWSD naik 25 persen ke level Rp 2.000 per saham.

Sedangkan saham-saham yang membukukan top losers antara lain saham SQMI melemah 18,52 persen ke level Rp 550 per saham, saham PLIN susut 17,49 persen ke level Rp 4.010, dan saham MLPT tergelincir 15,71 persen ke level Rp 472 per saham.

Bursa Asia pun sebagian besar menguat. IHSG melemah sendirian di bursa Asia. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menanjak 0,79 persen ke level 27.540,23. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,84 persen ke level 2.422,96, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,30 persen ke level 19.985.

Selain itu, indeks saham Shanghai bertambah 0,60 persen ke level 3.292,64, indeks saham Singapura mendaki 0,26 persen ke level 3.338,20 dan indeks saham Taiwan naik tipis 0,10 persen ke level 10,.437.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, saat ini tidak terlalu banyak sentimen di pasar saham sehingga dimanfaatkan pelaku pasar untuk aksi ambil untung. Selain itu, ada rilis inflasi Juli 2017, menurut Reza tidak direspons pelaku pasar. "Inflasi Juli 0,22 persen di atas harapan pasar. Karena perbedaan tidak jauh dengan harapan sehingga tidak terlalu direspons pasar untuk inflasi," ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Reza menambahkan, dari bursa saham global terutama regional yang positif juga belum mampu mengangkat IHSG. "Pelaku pasar pun merealisasikan keuntungan," kata dia.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Juli sebesar 0,22 persen. Adapun inflasi tahun kalender sebesar 2,60 persen, dan tahun ke tahun mencapai 3,88 persen.

"Inflasi terkendali normalisasi paska lebaran," ujar Kepala BPS Suhariyanto, di kantornya, Jakarta, Selasa pekan ini.

Dia menyebutkan dari 82 kota IHK, sebanyak 59 kota tercatat mengalami inflasi, sementara 23 kota deflasi. Adapun inflasi tertinggi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dan terendah di Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Sementara deflasi tertinggi di Merauke 1,50 persen dan deflasi terendah di Metro dan Probolinggo masing-masing 0,07 persen.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha