Sukses

IHSG Menguat Tipis di Awal Sesi Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis di awal sesi perdagangan Rabu pekan ini. Namun, sayang penguatan IHSG itu sementara, dan IHSG berbalik ke zona merah.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (2/8/2017), IHSG naik tipis 9,86 poin atau 0,17 persen ke level 5.815,06. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 4,2 poin atau 0,07 persen ke level 5.809,49.

Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.816,39 dan terendah 5.803,19. Ada sebanyak 94 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 75 saham melemah dan 102 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 21.258 kali dengan volume perdagangan 630,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 559 miliar. Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 3,1 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.325.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat dan melemah. Sektor saham infrastruktur naik 1,03 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan mendaki 0,14 persen dan sektor saham konstruksi naik 0,10 persen. Sedangkan sektor saham barang konsumsi melemah 0,39 persen, dan membukukan penurunan terbesar.

Saham-saham yang catatkan top gainers pada Rabu pagi ini antara lain saham YULE naik 22,44 persen ke level Rp 191 per saham, saham IKBI melonjak 18,10 persen ke level Rp 496, dan saham ASJT melonjak 6,67 persen ke level Rp 560 per saham.

Sedangkan saham LPPF tergelincir 6,77 persen ke level Rp 10.675, saham AISA merosot 6,59 persen ke level Rp 1.205 per saham, dan saham TRIM tergelincir 5,45 persen ke level Rp 156 per saham.

Sebagian besar bursa Asia pun menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,43 persen ke level 27.658, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,21 persen ke level 2.428, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,41 persen ke level 20.066, dan indeks saham Taiwan bertambah 0,54 persen ke level 10.494. Sedangkan indeks saham Shanghai turun 0,05 persen dan sektor saham Singapura susut 0,14 persen.

Mengutip laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG turun 0,61 persen pada perdagangan saham kemarin. IHSG turun didorong sektor saham barang konsumsi. Selain itu, inflasi juga cenderung moderat dengan inflasi Juli tercatat 0,22 persen.

PT Bank DBS Indonesia melaporkan perusahaan-perusahaan sektor konsumsi mengalami penurunan laba bersih 30 persen secara year on year (YoY). Penjualan motor turun 29 persen dari Mei ke Juni. Selain itu, belanja konsumen lebih lemah dari perkiraan sehingga menjadi alasan investor asing hengkang sebanyak Rp 10,6 triliun pada Juli.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, peluang kenaikan IHSG masih terbuka cukup lebar di tengah rentang konsolidasi yang harus dilalui. Selain itu, William menilai, IHSG masih berada dalam jalur penguatan yang ditunjang rilis data inflasi Juli yang terkendali. Inflasi Juli 2017 tercatat 0,22 persen. Bila ada momentum koreksi, William menilai dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli saham.

"IHSG akan bergerak di kisaran 5.767-5.876 pada Rabu pekan ini," ujar William dalam ulasannya, Rabu ini.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Barang Konsumsi Angkat IHSG ke Level 5.915