Sukses

IHSG Turun Tipis Ikuti Bursa Asia

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah terbatas pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Aksi jual investor asing masih berlanjut pada awal perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (3/8/2017), IHSG turun tipis 5,69 poin atau 0,10 persen ke level 5.818,55. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG susut 8,3 poin atau 0,14 persen ke level 5.815,92. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,16 persen ke level 970,48. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal sesi, IHSG sempat di level tertinggi 5.820,55 dan terendah 5.812,47. Ada sebanyak 83 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 50 saham melemah. 105 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 10.684 kali dengan volume perdagangan 278,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 188 miliar.

Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 5,9 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.323.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur turun 0,38 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar tergelincir 0,25 persen. Sementara itu, sektor saham barang konsumsi melemah 0,12 persen. Sedangkan sektor tambang menguat 0,25 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham IKBI naik 25 persen ke level Rp 525 per saham, saham WAPO melonjak 28 persen ke level Rp 95 per saham, dan saham ARTA naik 19,86 persen ke level Rp 386 per saham.

Sedangkan saham-saham masuk top losers antara lain saham BUKK susut 5 persen ke level Rp 950 per saham, saham AISA tergelincir 2,02 persen ke level Rp 1.210 per saham, dan saham GAMA susut 1,96 persen ke level Rp 50 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,49 persen ke level 27.471, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 2,12 persen ke level 2.376, indeks saham Jepang Nikkei merosot 0,34 persen ke level 20.012.

Selain itu, indeks saham Shanghai turun 0,05 persen ke level 3.283, indeks saham Singapura melemah 0,39 persen ke level 3.355, dan indeks saham Taiwan susut 0,61 persen ke level 10.452.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rilis data ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan pengaruhi IHSG.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, IHSG berpotensi bervariasi pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sebelumnya IHSG dapat menguat meski diwarnai aksi jual pelaku pasar. Ini dilihat dari investor asing masih melakukan aksi jual Rp 210 miliar di seluruh pasar.

Reza menuturkan, pelaku pasar juga mesti mewaspadai saham-saham yang menguat pada perdagangan kemarin. Lantaran ada aksi jual dilakukan sejumlah pelaku pasar.

Sejumlah sentimen pengaruhi IHSG antara lain data ekonomi dari China dan Eropa yang pengaruhi pasar terutama neraca perdagangan. Sedangkan dari sentimen internal, Reza menilai, berita emiten dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan pengaruhi IHSG.

"IHSG akan bervariasi dengan kisaran support 5.775-5.800 dan resistance 5.844-5.858," tutur Reza saat dihubungi Liputan6.com.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas