Sukses

Top 3: Anggaran yang Tak Boleh Dipotong saat Lakukan Penghematan

Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda sedang berpikir untuk berhemat lewat memotong anggaran belanja, ada beberapa kategori yang seharusnya tidak pernah dipotong dari budget Anda, betapa pun kondisi Anda saat itu begitu sulit.

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat uang. Misalnya Anda bisa mengurangi berhenti membeli baju baru, hingga frekuensi makan di restoran. Semua pengeluaran non-primer tersebut tidak akan membuat Anda kelaparan.

Artikel mengenai anggaran yang tak boleh dipotong saat melakukan penghematan menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (3/8/2017):

1. Meski Sedang Berhemat, Jangan Pangkas 3 Anggaran Ini

Jangan gunakan dana tabungan Anda walaupun dalam keadaan mendesak sekalipun. Dana tabungan adalah dana yang perlu Anda simpan dan jangan digunakan sama sekali. Anda bisa menabung mulai dari 10 persen penghasilan Anda.

Selain itu, bila Anda sedang berusaha untuk membayar utang kartu kredit dengan bunga tinggi, Anda tidak boleh memotong anggaran belanja untuk hal tersebut. Justru Anda wajib mengalokasikan dana khusus agar bisa segera melunasinya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Lebih Baik Mana, Asuransi atau Tabungan Pendidikan Anak?

Hampir semua orang tua menempatkan pendidikan anak dalam prioritas atas hidup mereka. Namun upaya untuk memberikan pendidikan berkualitas sekarang memiliki tantangan yang tidak ringan. Dari tahun ke tahun, biayanya meningkat secara fantastis.

Bayangkan saja, menurut data dari Badan Pusat Statistik (2013), rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia mencapai 20 setiap tahun. Sebuah media nasional bahkan melaporkan biaya pendidikan di Perguruan Tinggi Swasta rata-rata naik 40 persen per tahun.

Berita selengkapnya baca di sini3. Disindir Sandiaga soal Impor Garam, Ini Reaksi Menteri Susi

 

Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno merasa heran soal Indonesia harus impor garam, padahal Indonesia memiliki laut luas. Hal itu menuai reaksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Lewat akun Twitternya @susipudjiastuti, Menteri Susi menjawab pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tersebut.

"Pak Sandi harusnya tanya kawan2nya pengusaha/importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu?" tulisnya.

Berita selengkapnya baca di sini

Artikel Selanjutnya
Gajian Masih Lama, Ini 6 Cara Atur Keuangan Saat Tanggal Tua
Artikel Selanjutnya
Akan Pensiun? Persiapkan Hal Berikut agar Hari Tua Lebih Bahagia