Sukses

Wall Street Variatif, Dow Jones Cetak Rekor Lagi

Liputan6.com, Jakarta Wall Street bergerak variatif pada perdagangan kemarin, di mana dua indeks menurun sementara indeks lainnya naik dan mencetak rekor.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq jatuh pada penutupan perdagangan Kamis kemarin terbebani turunnya saham perusahaan Jeff Bezos, Amazon.com, Apple dan saham-saham perusahaan top teknologi lainnya. Sementara Dow Jones mencetak rekor untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Saham kehilangan sedikit lahan di akhir sesi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Penasihat Khusus Robert Mueller telah menolak juri agung di Washington untuk menyelidiki tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden A.20 pada 2016.

"Ini lebih banyak mengganggu Gedung Putih dan kurang stabil," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Cornerstone Financial Partners dilansir dari Reuters, Jumat (4/8/2017).

Indeks teknologi informasi S&P 500.SPLRCT, yang telah memimpin sektor lain di tahun 2017, turun 0,35 persen. Apple kehilangan 1,0 persen setelah mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya. Amazon.com (AMZN.O), turun 0,90 persen, membebani lebih dari saham lainnya di S& P500.

Indeks S&P telah naik 11 persen pada 2017. sementara Dow Jones Industrial Average baik 0,04 persen atau 9,86 poin dan menetao di level 22.026, cetak rekor tertinggi.

Kemudian S&P 500 SPX kehilangan 0,22 persen dan menetap di level 2.472,16, kemudian Nasdaq Composite turun 0,35 persen ke level 6.340,34.

Artikel Selanjutnya
Kekacauan di Gedung Putih Tekan Wall Street
Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan, Sektor Ritel Bebani Gerak Bursa AS