Sukses

Indeks Dow Jones Kembali Cetak Rekor Imbas Data Tenaga Kerja AS

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat dengan indeks saham Dow Jones kembali catatkan rekor pada akhir pekan ini. Hal itu didorong saham JP Morgan dan bank lainnya usai data tenaga kerja AS lebih baik dari yang diharapkan pada Juli.

Laporan data tenaga kerja yang positif dapat mendorong bank sentral AS atau the Federal Reserve untuk mulai mengurangi neraca US$ 4,2 triliun pada September. Selain itu, bank sentral AS juga dapat menaikkan suku bunga ketiga kali pada Desember 2017.

Data tenaga kerja AS menunjukkan ada tambahan data tenaga kerja non sektor pertanian sebesar 209 ribu pada Juli 2017. Angka ini di atas perkiraan ekonom yang disurvei Reuters.

"Ini menunjukkan kestabilan. Hal itu disukai pasar. Penambahan tenaga kerja juga mengindikasikan ekspansi, sehingga itu menyediakan kenyamanan," ujar Bodhi Ganguli, Ekonom Dun and Bradstreet, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (5/8/2017).

Sektor saham keuangan pun menguat merespons positif sentimen data tenaga kerja yang lebih baik. Indeks sektor saham keuangan S&P 500 menguat 0,72 persen. Dengan saham Goldman Sachs mendaki 2,59 persen, dan menjadi kontribusi terbesar penguatan indeks saham Dow Jones.

Persentase kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun 2017 juga meningkat menjadi 50 persen dari 40 persen. Selain itu, analis juga mengharapkan laba perusahaan masuk S&P 500 naik 12 persen pada kuartal II 2017. Mereka proyeksikan pertumbuhan laba naik 9,3 persen hingag September 2017.

"Kami mengharapkan minggu depan pasar saham kemballi naik didorong sentimen positif dari laba kuartal II," kata Tim Ghriskey, Chief Investment Officer Solaris Group.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 0,3 persen ke level 22.092,81. Indeks saham S&P 500 menguat 0,19 persen ke level 2.476,83, dan indeks saham Nasdaq bertambah 0,18 persen ke level 6.351,56.

Selama sepekan, indeks saham Dow Jones naik 1,2 persen. Indeks saham S&P 500 mendaki 0,2 persen, dan indeks saham Nasdaq menguat 0,4 persen.

Indeks sektor saham material S&P 500 menguat 0,48 persen didorong Dow Chemical mendaki 1,07 persen. Sedangkan sektor utilitas, perawatan kesehatan dan konsumsi tertekan.

Saham-saham yang melemah antara lain saham Gilead turun 1,63 persen, saham Allergan merosot 3,08 persne, saham Walt Disney tergelincir 1,31 persen,saham Viacom melemah 13,83 persen. Volume perdagangan saham tercatat 6 miliar saham di bursa saham. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan saham selama 20 sesi sekitar 6,1 miliar saham.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Wall Street Variatif, Dow Jones Cetak Rekor Lagi
Artikel Selanjutnya
Saham Apple Angkat Dow Jones Sentuh Rekor Baru