Sukses

Ekonomi RI Tumbuh 5,01 Persen, IHSG Naik 25,71 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada sesi pertama perdagangan saham awal pekan ini. Penguatan IHSG tersebut di tengah pengumuman pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2017.

Pada penutupan sesi pertama, Senin (7/8/2017), IHSG naik 25,71 poin atau 0,45 persen ke level 5.803,20. Indeks saham LQ45 menguat 0,48 persen ke level 964,08. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.812,79 dan terendah 5.780,02. Ada sebanyak 171 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 129 saham melemah dan 126 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 128.283 kali dengan volume perdagangan 3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,2 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 112,49 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.313.

Secara sektoral, 10 sektor saham kompak menguat. Sektor saham aneka industri naik 1,24 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar mendaki 1,1 persen dan sektor saham manufaktur menanjak 0,58 persen.

Saham-saham yang membukukan top gainers antara lain saham NASA naik 69,90 persen ke level Rp 175, saham TGKA melonjak 13,03 persen ke level Rp 2.690 per saham, dan saham BJBR mendaki 10,73 persen ke level Rp 2.270 per saham.

Saham-saham yang membukukan top losers antara lain saham SKBM turun 14,53 persen ke level Rp 500 per saham, saham SHID tergelincir 12 persen ke level Rp 1.100 per saham, dan saham SSTM susut 11,93 persen ke level Rp 480 per saham.

Pada awal pekan ini, bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,42 persen ke level 27.680, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,48 persen ke level 2.406,97, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,57 persen ke level 20.065.

Selain itu, indeks saham Shanghai menguat 0,05 persen ke level 3.263, indeks saham Taiwan mendaki 0,69 persen ke level 10.585, dan indeks saham Singapura tergelincir 0,10 persen ke level 3.323.

Seperti diketahui, rilis data ekonomi Indonesia pada kuartal II 2017 menjadi sentimen pengaruhi IHSG. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen di kuartal II 2017 (Year on Year/YoY). Angka tersebut sama dengan pencapaian kuartal sebelumnya yang juga di angka 5,01 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017 ini di bawah perkiraan. Namun, masih berada di koridor yang bagus dengan mempertimbangkan situasi global yang tidak pasti dan harga komoditas yang turun.

Ada beberapa yang mempengaruhi angka pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2017 tersebut. Pertama adalah harga komoditas minyak dan gas dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal I 2017 secara umum mengalami penurunan. Hal tersebut menahan angka pertumbuhan ekonomi menuju ke level yang lebih tinggi.

Namun di luar itu, kondisi perekonomian global pada kuartal II 2017 terus menunjukkan adanya peningkatan. Ia mencontohkan ekonomi beberapa mitra dagang ‎Indonesia pada umumnya membaik sehingga mampu mendorong angka pertumbuhan ekonomi.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
BI Pangkas Suku Bunga Acuan, IHSG Sentuh 5.900
Artikel Selanjutnya
IHSG Berada di Zona Merah Sehari Usai Perayaan HUT RI