Sukses

Suka Pergi ke Salon? Ini Etika dan Jumlah Ideal Beri Tip

Liputan6.com, Jakarta - Pasti di antara Anda masih banyak yang bingung bagaimana memberi tip ke kapster dan tenaga servis salon? Ini cara memberi tip dan berapa jumlah yang bisa kamu berikan.

Bagi Anda yang hobi ke salon, pasti sudah tahu etika memberi tip kepada kapster dan tenaga servis-nya. Saat merasa puas dengan pelayanan, banyak pelanggan yang memberikan tip sebagai tanda terima kasih. Tidak sedikit pula pelanggan yang menganggap memberi tip ini sebagai suatu keharusan saat ke salon.

Namun, masih banyak di luar sana yang kebingungan etika yang benar dalam memberi tip. Selain itu, kira-kira jumlah yang diberikan berapa ya? Agar tidak bingung, inilah jumlah ideal dan etika memberi tip saat pergi ke salon seperti dikutip dari Swara Tunaiku , seperti ditulis Minggu (13/8/2017).

Anda bisa memberikan tip sebanyak 15-20 persen dari harga servis. Misalnya, tarif untuk creambath adalah Rp 100 ribu, Anda  bisa memberi tip sebesar Rp 20 ribu.

Namun ini bukanlah satu patokan yang bisa kamu pegang ya. Kalau memang kamu benar-benar puas dengan pelayanan, bisa juga memberi tip dengan nominal yang lebih besar. Lalu, bagaimana kalau banyak tenaga servis salon yang melayanimu? Anda bisa memberikan tip sebesar 5-10 persen dari harga servis atau minimal Rp 10 ribu kepada tiap tenaga servis.  

Bagaimana etika dalam memberi tip?

Meski Anda punya niatan baik sebagai ucapan terima kasih, ada kalanya cara yang  dipakai salah sehingga menimbulkan salah paham. Agar pekerja salon tidak merasa tersinggung, ini nih etika dalam memberi tip:

1. Kamu bisa memberikan tip setelah servis selesai, bukan di awal servis. Dengan begitu akan muncul kesan kamu benar-benar puas dan berterima kasih pada pelayanan mereka.

2. Sebaiknya memberikan tip saat tidak ada orang lain yang melihat. Caranya? Kamu bisa meninggalkan uang di atas meja sehingga bisa diambil saat akan bersih-bersih. Bisa juga dengan menyelipkan uang saat berjabat tangan.

3. Ini yang bisa membuat canggung kalau tidak benar-benar diperhatikan. Berikan tip dalam bentuk receh sesuai dengan nominal yang akan kamu berikan. Tidak lucu kalau kamu sampai memberi tip dalam nominal besar dan meminta kembalian?

4. Saat tengah nyalon di luar negeri, berikan uang lokal agar tidak membuat mereka repot harus menukar uang atau malah bingung itu uang apa.

Beberapa etika di atas bisa Anda coba saat pergi ke salon nanti. Tidak terlalu ribet dan bisa sekalian membantu orang lain. Karena gaji kapster dan tenaga servis salon lainnya memang tidak terlalu besar. Meski begitu, etika ini bisa saja tidak berlaku di luar negeri. Jadi Anda tetap harus mempelajari etika memberi tip negara tujuan.


Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Cara Hemat Liburan ke Luar Negeri Bersama Keluarga
Artikel Selanjutnya
Bukan Hemat, Ini Tandanya Jika Anda Seorang yang Pelit