Sukses

Ketegangan Geopolitik Mereda, Bursa Asia Stabil

Liputan6.com, Tokyo - Bursa saham Asia cenderung stabil pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sementara itu, harga surat berharga Amerika Serikat (AS) melemah seiring sentimen ketegangan Amerika Serikat dan Korea Utara mulai reda.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah usai melemah 0,6 persen pada perdagangan saham kemarin. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,2 persen. Selain itu, indeks saham Australia menguat 0,1 persen dan indeks saham Korea Selatan Kospi sedikit berubah.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah turut mempengaruhi laju bursa saham Asia. Investor berusaha mengabaikan sentimen ketegangan antara AS dan Korea Utara.

Sentimen itu juga mendorong investor mengalihkan asetnya ke aset investasi aman seperti surat berharga AS. Surat berharga AS bertenor 10 tahun, imbal hasil turun ke level terendah dalam enam minggu di 2,12 persen. Kemudian akhirnya, imbal hasil surat berharga AS naik 2,25 persen.

"Bursa saham AS berhasil mengurangi kerugiannya menjelang penutupan perdagangan saham kemarin, dan sementara indeks VIX melonjak tinggi namun masih berada di level terendah. Imbal hasil surat berharga juga sudah naik dari posisi terendah," ujar Junichi Ishikawa, Senior Forex Strategist IG Securities, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (10/8/2017).

Ia menuturkan, perkembangan menunjukkan ketegangan geopolitik di Asia Utara hanya bersifat sementara. Hal itu asal tidak melibatkan konflik militer.

Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) cenderung stabil di kisaran 110,030. Sementara itu, euro berada di kisaran US$ 1,175. Ke depan, pasar uang menanti rilis data inflasi AS.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent naik 0,15 persen menjadi US$ 52,78 per barel. Harga emas pun turun 0,1 persen ke level US$ 1.275,56 per ounce.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Imbas Uji Coba Bom Korea Utara