Sukses

Jokowi Resmikan Indonesia Properti Expo 2017

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi pameran Indonesia Properti Expo (Ipex) 2017. Pameran yang digelar oleh Bank Tabungan Negara (BTN) ini menghadirkan 900 proyek perumahan.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, penyelenggaraan Ipex 2017 merupakan salah satu upaya perseroan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah. Pameran ini juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perseroan.

"Pameran Ipex ini digelar sejalan dengan komitmen kami menjadi integrator utama Program Satu Juta Rumah. Melalui pameran perumahan ini, masyarakat terutama di Jabodetabek bisa lebih mudah memilih dan memiliki rumah," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat (11/8/2017).

Gelaran Ipex tahun ini, lanjut Maryono, sekaligus memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas). Peringatan ini digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan dideklarasikan sejak 2008. Peringatan Hapernas ini juga sebagai momentum dalam mendorong pembangunan perumahan rakyat.

"Sejalan dengan peringatan tersebut, dalam Ipex ini juga dilakukan akad kredit secara serentak yang melibatkan 1.000 orang anggota Polri dan masyarakat umum di seluruh Indonesia," kata dia.

Ipex 2017 digelar pada 11-20 Agustus 2017 di Hall A dan Hall B JCC. Turut dalam acara pembukaan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sebelumnya, Maryono mengatakan bahwa BTN menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 666 ribu unit rumah tahun ini. Target tersebut terdiri penyaluran KPR Subsidi untuk 504.122 unit rumah dan KPR Nonsubsidi untuk 161.878 unit rumah.

Hingga Juni 2017, BTN juga telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 370.173 unit rumah atau senilai Rp 39,01 triliun. Dukungan tersebut terdiri atas penyaluran KPR Subsidi untuk 246.062 unit rumah dan pemberian KPR Nonsubsidi untuk 124.111 unit rumah.

BTN berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah Pemerintah. Pada semester I 2017, BTN menggunakan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk pendanaan KPR Subsidi.

"Kami melihat pendanaan kami masih cukup untuk mendukung penyaluran KPR Subsidi berskema SSB dengan bunga 5 persen fix hingga 20 tahun dan uang muka 1 persen. Namun, kami tetap membuka kesempatan penyaluran KPR dengan skema pendanaan lainnya, sesuai arahan pemerintah RI," kata dia. 

Tonton Video Menarik Berikut Ini:


Artikel Selanjutnya
Infrastruktur Baru Gebrakan Jokowi
Artikel Selanjutnya
Penguatan UMKM Lewat Pameran Karya Kreatif Indonesia 2017