Sukses

Sri Mulyani Belum Bisa Ungkap Perkembangan Renegosiasi Freeport

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengaku, pemerintah masih dalam tahap perundingan dengan PT Freeport Indonesia menyangkut empat poin penting renegosiasi kontrak, yakni perpanjangan operasi, pembangunan smelter, penerimaan negara, serta divestasi dan kepastian investasi.

Dalam tahap negosiasi ini, pemerintah sangat pelit dalam berbicara mengenai perkembangan renegosiasi Freeport. Bahkan kemarin 10 Agustus 2017, Sri Mulyani bungkam usai bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan untuk membahas nasib Freeport.

"Karena sedang dalam proses formulasi untuk pemerintah, kami belum bisa menyampaikan. Kalau lagi formulasi, kalimat berbeda atau formulasi tiba-tiba ada modifikasi, nanti jadi tidak kredibel dari proses negosiasi ini," tegas Sri Mulyani di kantor pusat Ditjen Pajak,
Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Sri Mulyani pun meminta maaf lantaran tidak mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Menteri Jonan soal Freeport kemarin di kantor Kementerian ESDM.

"Saya mohon maaf bukan Menkeu tidak mau menyapa wartawan kemarin setelah dua jam menunggu. Tapi karena kami masih harus formulasi, dan tidak setiap saat kami bisa mengatakan. Namun isunya masih sama ada empat, yakni perpanjangan operasi, smelter, penerimaan negara, divestasi dan kepastian investasi," kata Sri Mulyani.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Perundingan Pemerintah RI dan Freeport Memasuki Babak Baru?
Artikel Selanjutnya
RI Kabulkan Keinginan Freeport soal Stabilitas Iklim Investasi