Sukses

Genjot Energi Terbarukan untuk Mobil Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menyebut, perkembangan mobil listrik di Indonesia lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Perkembangan mobil listrik lebih cepat yang kita kira, istilahnya lompatannya makin hari makin kenceng. Saya kira itu visi yang baik," ucap Sudirman Said di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (11/8/2017).

Apalagi, pemerintah akan memberikan insentif bagi pengembangan mobil listrik. Insentif tersebut di antaranya lewat bea masuk dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM).

"Tapi tentu saja yang harus diikuti juga harus ngebut membangun sumber energi baru terbarukan," kata dia.

Terlebih, insentif diberikan karena penggunaan mobil listrik akan menurunkan pemakaian BBM yang selama ini masih disubsidi oleh pemerintah. Kendati demikian, ia menuturkan, input industri pasar saat ini kebijakannya berlawanan arah dengan pengembangan energi terbarukan.

"Memang saat ini kondisi input pasar kita kebijakannya berlawanan arah dengan pengembangan energi terbarukan. Jadi ini yang harus ada solusi ataupun pembenahan regulasi dulu," ujar dia.

Seperti diketahui, jika pemerintah telah membuat regulasi soal pengembangan mobil listrik dan hibrid. Aturan tersebut mengatur produksi kendaraan ramah lingkungan minimal 20 persen dari dua juta unit total produksi di 2025 atau sekitar 400 ribu unit.

"Menuju ke industri mobil listrik bagus, tapi diikuti percepatan pembangunan kelistrikan. Satu jalan yang diutamakan dan dipacu energi baru terbarukan," ujar dia.

Sementara itu, kata Sudirman, tantangan pengembangan mobil listrik salah satunya adalah penyediaan sumber daya listrik.

"Memang tidak akan cepat perkembangan mobil listrik di sini dan pasti memakan waktu yang cukup lama. Pertama membangun industrinya dulu, kemudian harus berani lakukan terobosan-terobosan, saya kira itu tantangan tersendiri," kata dia.

Di sisi lain, tantangan lainnya dalam pengembangan mobil listrik juga terkait bagaimana menyikapi produsen mobil berbasis bahan bakar minyak (BBM).

"Bagaimanapun, produsen mobil berbasis BBM pasti akan bereaksi dengan kebijakan pengembangan mobil listrik," ujar dia.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Pertama di RI, Pembangkit Listrik Tenaga Angin Operasi Akhir 2017
Artikel Selanjutnya
PLN Bangka Sambung Listrik Daya Premium