Sukses

Strategi Jasa Marga Promosikan Jalan Tol Terindah di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (Persero) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar acara Festival Jalan Tol Jasa Marga Ruas Bawen-Salatiga.

Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Jalan Tol Semarang-Solo, khususnya Ruas Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer, yang mempunyai peran penting dalam memperlancar arus distribusi barang dan jasa yang berdampak pada sektor riil di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah.

"Jasa Marga memberikan kesempatan kepada stakeholder, khususnya masyarakat di sekitar Salatiga dan Semarang, untuk dapat melintasi jalan tol terindah se-Indonesia dengan panorama Gunung Merbabu," kata EVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/8/2017).

Adapun rangkaian acara yang diadakan di sepanjang jalan tol dengan pusat kegiatan di Gerbang Tol (GT) Salatiga mulai dari fun bike, sentra kuliner di jalan tol, dan sentra hiburan di jalan tol. Acara ini akan diselenggarakan akhir pekan ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, direncanakan melakukan video conference dengan anak usaha Jasa Marga, PT Trans Jatim Pasuruan (TJP). Selain itu, kesempatan yang sama untuk mengoperasikan Jalan Tol Gempol Pasuruan segmen Gempol-Bangil yang melengkapi segmen Bangil-Rembang, sehingga Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh.

Antusiasme masyarakat terhadap acara Festival Jalan Tol Jasa Marga dapat terlihat dari terpenuhinya kuota registrasi peserta dalam waktu satu minggu. Hingga saat ini, jumlah peserta telah mencapai 4.500 orang.

"Festival Jalan Tol Jasa Marga merupakan program yang diinisiasi oleh Perseroan. Acara ini diharapkan dapat menjadi acara yang berlangsung secara berkelanjutan untuk 16 (enam belas) jalan tol yang ditargetkan dapat beroperasi penuh di tahun 2019," ucap Heru.

Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 Km merupakan bagian dari Jalan Tol Semarang-Solo yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ), anak usaha Jasa Marga. Jalan tol yang disebut-sebut terindah ini juga memiliki potensi untuk memperkuat pengembangan wilayah, khususnya untuk mendukung pergerakan perekonomian melalui peningkatan kelancaran arus barang dan jasa.

Jalan Tol Semarang-Solo dengan total panjang jalan tol 72,65 Km terbagi atas beberapa seksi, yaitu sebagai berikut:
• Seksi I Semarang-Ungaran (10,85 Km) beroperasi November 2011
• Seksi II Ungaran-Bawen (11,99 Km), beroperasi April 2014
• Seksi III Bawen Salatiga (17.57 Km) dengan progres konstruksi 100%
• Seksi IV Salatiga-Boyolali (24,50 Km) dan Seksi V Boyolali-Solo (7,74 Km) dengan progres konstruksi 14,40 persen (status 2 Agustus 2017)

Jalan TolSemarang-Solo ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2018 dan sebagai bagian dari Trans Jawa diharapkan mampu untuk menjadi solusi penanganan kepadatan yang terjadi di jalan arteri serta memberikan alternatif pilihan bagi pengguna jalan untuk menuju ke kota tujuan dengan aman, lancar dan nyaman. (Yas)

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Tarif Jarak Tol Jagorawi Sama, Bagaimana Pendapatan Jasa Marga?
Artikel Selanjutnya
BPJT Bakal Hilangkan Gerbang Tol Kayu Besar