Sukses

Sri Mulyani Ingin Generasi Muda Gencar Investasi di Pasar Modal

Liputan6.com, Jakarta Peringatan 40 tahun aktifnya kembali Pasar Modal Indonesia mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di bursa saham, khususnya di kalangan anak muda. Terlebih saat ini sudah ada galeri investasi yang mulai dibuka di pelosok daerah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam kegiatan Stock Code Fun Walk yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (13/8/2017).

"Saya sampaikan selamat hari ulang tahun kepada bursa, pasar modal indonesia ke 40. Tentu kita berharap dalam bahwa 40 tahun ini telah banyak pencapaian pencapaian yang sudah diperoleh, tidak hanya dari sisi nilai kapitalisasi namun juga jumlah dan variasi dari perusahaan yang bisa go publik, sehingga dia bisa menggambarkan mengenai terdiversifikasinya ekonomi indonesia," ujar Sri Mulyani.

Khusus untuk ketertarikan generasi muda terhadap pasar modal, Sri Mulyani menyatakan generasi ini merupakan ‎pangsa pasar yang potensi untuk berinvestasi di pasar modal. Terlebih generasi ini juga sangat dekat dengan perkembangan teknologi informasi.

‎"Anak-anak muda mungkin lebih bisa diedukasi, diberi informasi dan biasanya mereka jauh lebih cepat untuk bisa memahami namun mungkin yang paling penting tidak hanya anak muda yg biasanya memiliki akses terhadap teknologi dan juga informasi," kata dia.

Dengan hadirnya galeri saham yang daerah-daerah, lanjut Sri Mulyani, dirinya berharap semakin banyak masyarakat dan para generasi muda untuk tidak hanya mengalokasikan uangnya untuk menabung di bank, tetapi juga berinvestasi di pasar modal.

"Kita berharap juga anak-anak muda yang pada tingkat kecamatan atau desa sehingga mereka juga memiliki pemahaman dan melihat manfaatnya swhingga mereka bisa menabung tidak hanya dari sisi menabung di perbankan tapi dia juga bisa berpartisipasi menggunakan tabungannya di pasar modal," tandas dia.

Tonton video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: Capai Ekonomi 5,4 Persen Tak Mudah buat RI
Artikel Selanjutnya
Produk Sekuritisasi Pendapatan Jasa Marga Pertama di Indonesia