Sukses

51 Persen Masyarakat RI Menilai Uang Muka KPR Terlalu Tinggi

Liputan6.com, Jakarta - Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 menunjukkan bahwa 51 persen masyarakat Indonesia beranggapan bahwa nominal uang muka pembelian rumah atau apartemen yang dinilai terlalu tinggi, menjadi penyebab mereka belum mengambil fasilitas kredit properti dari bank hingga saat ini.

Country Manager Rumah.com Wasudewan menjelaskan, uang muka sendiri umumnya dikumpulkan para pencari properti dengan teknik menabung atau hasil meraup untung dari investasi emas maupun reksadana.

"Sementara menurut data dari MarkPlus Insight, hanya ada 6,6 persen wanita dan 5,3 persen pria yang menyisihkan 20 persen dari penghasilan setiap bulannya untuk tabungan masa depan,” jelas dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (19/8/2017).

Selain permasalahan uang muka, alasan lain yang menyebabkan masyarakat belum mengajukan kredit untuk properti adalah karena masih terikat dengan cicilan lain seperti kendaraan. Padahal dilihat dari urutan prioritas, yang termasuk kebutuhan primer adalah rumah, bukan kendaraan.

Faktor lainnya adalah belum mampu mencicil properti tiap bulan, tidak membutuhkan kredit pinjaman untuk pembelian properti, hingga tidak memenuhi syarat untuk pengajuan kredit lantaran status pekerjaan.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 juga mencatat bahwa ada 23 persen responden yang saat ini tengah dalam proses cicilan rumahatau apartemen. Mengenai tenornya, 48 persen responden memilih jangka waktu kredit 11 tahun-15 tahun, sedangkan 34 persen memilih tenor yang lebih singkat yakni 6 tahun-10 tahun.

Wasudewan menambahkan bahwa bagi masyarakat yang saat ini masih ragu untuk membeli hunian dengan mencicil, sebaiknya menepis kekhawatiran tersebut karena tahun ini adalah waktu yang tepat untuk membeli (buyer’s time).

Wasudewan melanjutkan, Rumah.com berkomitmen untuk membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti dengan menghadirkan Rumah.com Property Index sebagai salah satu sumber data untuk membantu pencari rumah mengambil keputusan dengan tepat.

"Kami juga menyediakan review Properti yang memberikan ulasan perumahan baru yang mendalam, obyektif, dan profesional dari seluruh perumahan baru di Indonesia,” pungkas Wasudewan.

Untuk diketahui, Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 adalah survei tahunan yang diselenggarakan oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.020 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari – Juni 2017 kemarin.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:


Artikel Selanjutnya
Suku Bunga KPR Hambat Pertumbuhan Bisnis Properti
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Bantu DP Rumah Pekerja Nonformal, Ini Mekanismenya