Sukses

Miris, Lumbung Energi Tapi Sumsel Masih Sering Mati Lampu

Liputan6.com, Yogyakarta - Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu lumbung energi nasional dengan cadangan energi yang melimpah. Namun sayangnya hingga kini listrik di wilayah tersebut masih byar pet. Sebab, energi yang dihasilkan provinsi tersebut justru dinikmati wilayah, bahkan negara lain.

"Singapura bikin F1 di malam hari artinya listriknya di sana tidak berkedip saja tidak, padahal Listrik di Singapura itu dari gasnya dari Sumsel lewat pipa, " kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi provinsi Sumatera Selatan Robert Heri di acara Focus Group Discussion pengembangan Road Map Sustainable Energy di Indonesia, Yogyakarta, Rabu (23/8/2017).

Tak hanya gas, lanjut dia, batu bara yang dihasilkan Sumatera Selatan juga diangkut ke Jawa dan diekspor ke luar negeri untuk menjadi bahan bakar pembangkit listrik.

Di sisi lain, saat ini rasio elektrifikasi di Sumsel sekitar 82 persen. "Di Palembang listrik padam biasa, nyala terus baru aneh. Ada satu kabupaten yang mati lampu seperti minum obat, " ujar dia.

Robert mengaku miris dengan kondisi ini. Menurut dia, daripada batu bara diangkut ke Jawa, alangkah lebih baiknya jika pembangkit listrik dibangun di Sumsel dan listriknya dikirimkan ke Jawa.

"Ini semestinya tidak usah lagi seperti itu. Cukup listriknya dikirim ke Jawa kan bisa lebih murah, "tutur dia.

Sekadar informasi, Sumsel memiliki potensi energi yang berlimpah yaitu minyak 812.960 juta barel, gas 19.149 miliar kaki kubik, batu bara 22,24 miliar ton, CBM 183 triliun kaki kubik dan panas bumi 171 megawatt (MW).

Proyek PLTS

Terkait pengembangan energi terbarukan, Robert menargetkan proyek pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) di kawasan Jakabaring Sport Center, Palembang, selesai dibangun Desember 2017.

Listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan digunakan untuk mendukung perhelatan akbar Asian Games 2018. "Jadi nanti seluruh kebutuhan energi di Jakabaring akan dipasok energi bersih," kata Robert.

Dibangun dengan kapasitas 2 MW, lanjut dia, nilai investasi pembangkit listrik dari tenaga matahari tersebut berkisar US$ 3 juta. 

"Pendanaannya berasal dari pemerintah Jepang melalui joint credit mechanism," papar dia. 

Selain melistriki kawasan Jakabaring dengan energi surya, Pemprov Sumsel juga akan menerapkan pemakaian kendaraan bahan bakar hidrogen di kawasan tersebut.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Daerah Ini Lestarikan Burung Hantu untuk Kendalikan Tikus
Artikel Selanjutnya
Petani Vs Babi Hutan Tak Mempan Diracun Bertarung di Ladang