Sukses

Dolar AS Naik Tipis Usai Komentar Trump Soal Meksiko

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah tipis pada perdagangan KamisĀ ini. Dolar ASĀ mampu naik usai mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan sehari sebelumnya.

Mengutip Bloomberg, Kamis (24/8/2017), rupiah dibuka di angka 13.352 per dolar AS, tak berbeda jauh dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.358 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.346 per dolar AS hingga 13.356 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah mampu menguat 0,91 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.354 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.342 per dolar AS.

Dolar AS memang naik tipis pada perdagangan Kamis. penguatan ini mampu menutup kerugian yang telah dibukukan beberapa hari sebelumnya terutama pada Rabu.

Pada perdagangan kemarin, dolar AS tertekan usai Presiden AS Donald Trump megeluarkan pernyataan bahwa AS kemungkinan besar akan menghentikan perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Utara.

Trump pada Selasa kemarin menyatakan bahwa perjanjian perdagangan NAFTA dengan meksiko dan Kanada bakal diakhiri setelah tidak ada kesepakatan pada perundingan tiga arah.

Usai perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump pun mengajukan anggaran ke Kongres untuk membangun tembok perbatasan Meksiko. Trump mengancam akan melakukan penghentian peroperasian pemerintahan jika anggaran tersebut tidak disetujui.

Tekanan terhadap dolar AS sempat mereda usai komentar dari Ketua DPR AS Paul Ryan. Ia menyebutkan pemerintah tidak perlu melakukan shutdown. Namun itu tidak cukup untuk menenangkan ketegangan lantaran tenggat waktu untuk menyetujui pengeluaran semakin dekat.

Analis pasar uang Bank of Singapore Sim Moh Siong mengatakan, sejauh ini sebenarnya belum jelas apakah komentar Trump adalah taktik negosiasi atau memang benar-benar ingin pemutusan hubungan pemerintah. "Kita harus berpikir sedikit lebih keras tentang risiko penurunan dolar AS, terutama terhadap instrumen safe haven," kata Sim.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Bank Indonesia

Bank Indonesia mengungkapkan bahwa rupiah bergerak cukup stabil pada perdagangan satu kuartal terakhir ditopang oleh tetap tingginya kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia.

Secara rata-rata, rupiah menguat sebesar 0,30 persen menjadi Rp13.309 per dolar AS pada triwulan II 2017. Stabilnya nilai tukar rupiah ditopang oleh aliran dana masuk yang tetap kuat seiring dengan prospek imbal hasil yang positif dan diikuti oleh tetap tingginya pasokan valas korporasi di pasar valas domestik.

Nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan tetap stabil didukung oleh keseimbangan neraca pembayaran yang terjaga dan pasar valas domestik yang semakin dalam.

Bank Indonesia akan terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.

Artikel Selanjutnya
Tak Ada Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat
Artikel Selanjutnya
Bursa Saham Asia Menguat di Awal Sesi Perdagangan