Sukses

Efek Gangguan Satelit, BCA Prioritas Perbaiki Layanan Kantor Kas

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), memastikan layanan kantor kas yang ada di 126 lokasi dan 5.700 ATM di Indonesia menjadi korban gangguan satelit Telkom 1 (VSAT) milik Telkom Indonesia. Saat ini, manajemen tengah mempercepat penanganan permasalahan ini.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapka,n dari berbagai layanan yang terganggu itu, pihaknya telah mengutamakan perbaikan di kantor-kantor kas. Kantor kas menjadi prioritas karena di daerah terpencil, ini menjadi andalan masyarakat dalam bertransaksi.

"Jadi memang yang terganggu itu sebagian besar di wilayah remote yang masih belum terhubung kabel fiber optik, jadi kami menggunakan satelit jalan satu-satunya," kata Jahja di Menara BCA, Senin (28/8/2017).

Terganggunya layanan ini, Jahja menuturkan sudah terjadi sejak dua hari lalu. Dari hasil penanganannya, dari 126 kantor kas yang lumpuh, saat ini sudah rampung 121 kantor kas.

"Update hingga pagi tadi itu 121 kantor kas yang sudah selesai kami tangani, sisanya akan selesai hari ini. Jadi kita prioritaskan kantor kas," tegas Jahja.

Sementara untuk pemulihan 5.700 ATM, ia menuturkan akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian mencapai tiga minggu ke depan. Lamanya proses pemulihan ini karena banyaknya jumlah ATM yang harus diperbaiki, ditambah dengan lokasi yang berada di wilayah terpencil.

Jahja menuturkan, proses perbaikan ini memang tidaklah mudah. BCA harus mengalihkan semua jaringan yang berada di Telkom1 ke jaringan lain, yaitu Telkom 3S dan APSTAR. "Bahkan kita kemarin coba alihkan 1.400 ATM ke China Sett, tapi gagal," ujar dia.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Gangguan ATM Kebanyakan di Daerah Pinggiran

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan layanan nasabah tidak terganggu, meskipun ada beberapa jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) di beberapa bank terdampak, khususnya ATM yang memakai VSAT yang terhubung dengan satelit tersebut.

ATM yang terganggu ini umumnya berada di daerah pinggiran atau remote area, sementara sebagian besar ATM dan jaringan kantor bank yang umumnya sudah terhubung dengan fiber optic dipastikan tidak terkendala untuk beroperasinya ATM dan layanan kantor cabang melayani masyarakat.

OJK dan Bank Indonesia (BI) sedang berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk langkah mitigasi agar seluruh layanan perbankan segera dapat beroperasi normal sepenuhnya.

OJK telah meminta bank melakukan mitigasi dan komunikasi publik dengan memanfaatkan sarana komunikasi bank yang dapat dihubungi oleh nasabahnya. "Masyarakat diminta untuk melakukan konfirmasi kepada call-center bank jika menemui kesulitan dan tidak mudah percaya dengan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Plt. Deputi komisioner manajemen strategis dan logistik OJK Anto Prabowo, dikutip dari keterangan resmi OJK, Senin 28 Agustus 2017

Sebelumnya, BI juga terus memantau perkembangan pemulihan gangguan pada ATM ‎miliki sejumlah bank. Gangguan tersebut akibat bermasalahnya Satelit Telkom 1 sejak beberapa hari terakhir.

BI mengungkapkan,‎ sehubungan dengan adanya permasalahan layanan pada beberapa ATM bank yang terjadi sejak Jumat, 25 Agustus 2017 sore akibat gangguan (anomali) pada satelit Telkom 1, bank bersama Telkom sedang melakukan upaya pemulihan dengan mengalihkan koneksi dari satelit yang terganggu ke satelit Telkom 3S ataupun satelit lainnya.

Artikel Selanjutnya
Telkom Kerahkan 2.195 Teknisi untuk Pulihkan 3.916 ATM Offline
Artikel Selanjutnya
Satelit Telkom 4 Bisa Meluncur Lebih Cepat?