Sukses

Wall Street Menguat Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street naik terbatas seiring laporan data tenaga kerja AS melambat. Ini membuat harapan terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS atau the Federal Reserve mereda.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 39,46 poin atau 0,18 persen ke posisi 21.987,56. Indeks saham S&P 500 menguat 4,9 poin atau 0,20 persen ke posisi 2.476,55. Indeks saham Nasdaq bertambah 6,67 poin atau 0,1 persen ke posisi 6.435,33.

Pertumbuhan pekerjaan AS melambat dari yang diperkirakan. Departeman Tenaga Kerja AS menyatakan kalau gaji sektor non pertanian meningkat 156 ribu pada Agustus 2017. Sedangkan ekonom memperkirakan kenaikan 180 ribu.

Usai data tersebut, pelaku pasar bertaruh kemungkinan 39 persen kalau bank sentral AS atau the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember.

"Data ekonomi terbaru yang keluar tidak memberikan informasi kepada the Federal Reserve soal suku bunga. Tapi tipe data terus menunjukkan tipe situasi goldilocks, yang cenderung disukai pasar," ujar Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services, seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (2/9/2017).

Pengamat juga menduga kalau pasar mencerna data ekonomi lainnya. Belanja konstruksi AS secara tak terduga turun pada Juli 2017, dan mencapai level terendah dalam sembilan bulan. Akan tetapi, Institute for Supply Management mengatakan, indeks aktivitas pabrik melonjak menjadi 58,8 pada Agustus 2017.

"Pasar naik, saya kira karena data ekonomi yang telah dirilis masih mendukung pertumbuhan ekonomi, masih mendukung pertumbuhan pendapatan yang akhirnya akan mendorong harga saham," jelas Paul Notte, Manajer Portofolio Kingsview Asset Management.

Sektor saham yang menguat antara lain sektor saham energi dan material. Sedangkan sektor saham utilitas tertekan. Saham-saham yang menguat antara lain saham General Motors naik 2,2 persen. Diikuti saham Ford Motor mendaki 2,9 persen. Kenaikan saham tersebut didorong sentimen penjualan Agustus lebih baik dan pandangan optimis masyarakat akan ganti mobil usai Badai Harvey.

Adapun volume perdagangan saham tercatat 5,1 miliar saham di wall street. Angka ini di bawah rata-rata harian sekitaar 5,8 miliar saham selama 20 sesi terakhir.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Bursa Saham Asia Melambung Jelang Akhir Pekan
Artikel Selanjutnya
Wall Street Menguat Terdorong Sentimen The Fed