Sukses

Terkendala Pembebasan Lahan, Proyek PLTB Samas Berhenti

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Samas di Yogyakarta telah dihentikan. Hal ini diakibatkan oleh kendala pembebasan lahan.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, pembangunan PLTB Samas sudah dua tahun tidak ada kemajuan dalam pembebasan lahan. Hal ini membuat PLN mengambil keputusan untuk menghentikan proyek yang digarap o‎leh Pengembang Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP).

"Tidak (dilanjutkan). Karena lahan tadi, sudah kelamaan. Tidak ada kepastian, sampai minta lagi dua tahun. Tidak mungkin‎," kata kata Iwan, ‎di Jakarta, Sabtu (2/9/2017).

Iwan menuturkan, dalam studi kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan pembangkit bertenaga angin tersebut ‎kurang matang, sehingga berdampak pada ketidaksesuaian lahan yang akan dibangun.

"Masalah lahan, karena mungkin dulu belum matang betul pas pre FS, kayaknya lahan itu kurang pas karena pemiliknya sultan," ujar dia.

Iwan me‎lanjutkan, saat ini PLN belum memiliki rencana lebih lanjut untuk membangun pembangkit pengganti, atau memindahkan lokasi pembangkit berkapasitas 50 Mega Watt (MW) tersebut.

"Sekarang belum dibicarakan lagi, jadi kontraknya kita terminate. Belum tahu, mungkin begini, mungkin ada daerah punya peran, mungkin daerah ada keinginan yang perlu dibicarakan," tutur Iwan.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Operasi Akhir 2017

Sebelumnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Sulawesi Selatan, akan beroperasi pada akhir 2017. Pembangkit listrik berenergi angin itu menjadi yang pertama di Indonesia.

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero), Supangkat Iwan Santoso, mengatakan, ‎PLTB Sidrap yang dibangun pengembang listrik swasta (Independent Power Plan/IPP), berkapasitas 70 Megawatt (MW).

"Ada PLT Bayu Sidrap windpower, akhir tahun ini mau operasi, Itu 70 MW akhir tahun operasi," kata Iwan.

Iwan menuturkan, jika sudah beroperasi, maka PLTB tersebut menjadi pembangkit dengan kapasitas besar dalam menggunakan energi angin yang pertama di Indonesia. Nantinya, pembangkit ini langsung beroperasi penuh memproduksi listrik 70 MW‎.

"PLT Bayu pertama di Indonesia. Jadi angin pertama di Indonesia harganya 11 sen per kwh," tutur Iwan.

Iwan mengungkapkan, dengan kapasitas 70 MW, listrik yang dialirkan dapat menerangi 70 ribu kepala keluarga, dengan rata-rata daya yang terpasang 900 Volt Ampere (VA).

Artikel Selanjutnya
Kemenhub Kebut Pembangunan Pelabuhan Patimban
Artikel Selanjutnya
Bangun Kereta Bandara Solo, Kemenhub Alokasikan Rp 820 Miliar