Sukses

Sepekan Usai Gangguan Satelit, 1.119 ATM BCA Beroperasi Kembali

Liputan6.com, Jakarta Layanan ribuan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA yang lumpuh alias tidak bisa beroperasi akibat anomali satelit Telkom 1 (VSAT) berangsur-angsur pulih. Dari 5.700 ATM yang mengalami gangguan, sudah 1.119 ATM beroperasi kembali alias online.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja. "Sebanyak 1.119 ATM sudah on sampai pukul 16.00 WIB kemarin (2/9)," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (3/9/2017).  

Untuk diketahui, dari 17.210 ATM yang dimiliki BCA, sebanyak 30 persen atau 5.700 ATM bermasalah karena gangguan satelit Telkom 1. Dengan 1.119 ATM yang sudah kembali normal, itu artinya masih ada 4.581 ATM yang belum berfungsi.

Jahja menilai, pemulihan layanan ATM Bank BCA cukup cepat. Sehingga ia berharap paling cepat dalam 2 minggu ke depan, seluruh ATM dapat beroperasi lagi.  "Kita of ecah 2 sat Telkomsel 3 s dan Apstar,"dia menandaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, gangguan atau anomali satelit Telkom 1 terjadi sejak Jumat (25/8). Ada ribuan ATM yang terdampak akibat peristiwa tersebut, di antaranya Bank BCA sebanyak 5.700 ATM, Bank BRI 300 ATM, dan 2.000 ATM Bank Mandiri. Ditambah lagi dengan layanan perbankan dari ratusan kantor unit bank-bank besar pun ikut terpengaruh.

Data Nasabah Aman

Satelit Telkom 1 mengalami anomali sejak Jumat (25/8/2017), yang membuat koneksi transponder tak dapat berjalan semestinya. Akibatnya, sejumlah layanan yang menggunakan koneksi satelit pun menjadi terganggu.

Telkom segera memindahkan seluruh transponder Telkom 1 ke transponder satelit lain miliknya dan satelit asing. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah awal pemulihan kembali layanan. Telkom mencatat pemulihan baru mencapai 17 persen.

Pada konferensi pers yang digelar Senin (28/8/2017), Direktur Utama Telkom, Alex Janangkih Sinaga juga memastikan bahwa gangguan ini tak akan berdampak langsung terhadap keamanan data pelanggannya.

Pasalnya, Telkom hanya menyediakan konektivitas (hub) melalui penyewaan transponder. Perlu diketahui, satelit memiliki dua jenis bisnis, yakni penyediaan link langsung ke end-user dan sebagai reseller (provider VSAT).

Dalam kasus ini, keamanan data merupakan tanggung jawab si pelanggan Telkom. Contoh Bank Mandiri dan Bank BCA. Diketahui, sebagian besar pelanggan satelit Telkom 1 berasal dari sektor perbankan dan broadcasting.

"Keamanan data itu ada di database. Kami hanya menyediakan konektivitas, sedangkan mengambil data dari transponder itu kan tidak bisa," papar pria yang pernah menjadi Direktur Utama Telkomsel ini.

Menurut data perusahaan, satelit Telkom 1 memiliki 63 pelanggan, di mana delapan pelanggan di antaranya merupakan penyedia layanan VSAT yang memiliki 12.030 site. Dengan demikian, total ground segment mencapai 15.000 site.

"Total site 12.030 yang mereka layani sebagian besar perbankan. Bank BCA tidak direct ke kita, ATM BCA tidak kita handle. Mereka pakai provider VSAT," tuturnya.

 

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Telkom Kerahkan 2.195 Teknisi untuk Pulihkan 3.916 ATM Offline
Artikel Selanjutnya
Satelit Telkom 4 Bisa Meluncur Lebih Cepat?