Sukses

Memerdekakan Sungai Ciliwung Dari Sampah

Liputan6.com, Jakarta Masih dalam rangka hari kemerdekaan ke-72 RI dan upaya menjaga lingkungan sungai Ciliwung, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah jelajahi sungai dan resmikan fasilitas kawasan ekoriparian srengseng sawah Minggu (3/9/2017).

Kawasan Ekoriparian Srengseng Sawah telah diresmikan oleh Menteri LHK pada April lalu melalui kerjasama multipihak beberapa perusahaan. Saat itu KLHK juga meresmikan lembaga pengelola Ekoriparian yang tujuan akhirnya adalah dapat mengurangi beban pencemaran sungai Ciliwung.

Secara perdana, kemarin lembaga ini mulai menunjukkan eksistensinya dengan mengawal peserta KLHK, perwakilan perusahaan, kelompok peduli lingkungan, dan masyarakat umum untuk berwisata air dengan menyusur sungai Ciliwung sambil pungut sampah untuk diolah.

Peserta mengarungi jeram sungai start dari jembatan Juanda Depok dan finish di dermaga Srengseng Sawah sekitar 2 jam. Nanti harga tiket ekowisata lingkungan ini dibanderol Rp200.000,- dan ada paket-paket green camp untuk anak sekolah belajar berkemah ramah air, membuat kompos dari sampah lalu memanfaatkannya untuk bercocok tanam.

Kemarin MR Karliansyah juga meresmikan beberapa fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yakni pembangunan dermaga dan jogging track dari PT Antam (Persero) Tbk (Antam) serta alat penerangan tenaga surya dari PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Priok.

“Tujuan utama dibentuknya Ekoriparian ini agar bermanfaat bagi masyarakat RW1 Srengseng sawah. Harapannya menarik pengunjung dengan arung jeram, jogging bahkan sampai malam” ujar Karliansyah. “Untuk itu tolong dijaga kebersihannya, tentu tidak akan ada pengunjung kalau lingkungannya kotor karena sampah” jelasnya.

Berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, Pengurus RW 1 Srengseng Sawah Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya mengapresiasi semua pihak atas dibentuknya kawasan ini.

“Harapannya terus berkembang dan kami siap memelihara agar lingkungan tetap bersih, aman dan nyaman” tuturnya.

Karliasyah mengatakan upaya pembentukan Ekoriparian ini harapannya tidak berhenti pada wisata air dan darat saja, melainkan tumbuh kesadaran masyarakat sekitar Srengseng Sawah agar menjaga sungai. Menurutnya saat ini monitoring di Srengseng Sawah sudah berubah dari cemar berat ke cemar ringan. Pada kesempatan yang sama Direktur Operasi Antam, Hari Widjajanto menyatakan dermaga dan jogging track adalah salah satu partisipasi Antam kepada lingkungan. Menurutnya Antam tidak hanya aktif menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasinya melainkan juga diluar wilayah operasi.


(*)