Sukses

Sektor Tambang Angkat IHSG 16 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Akan tetapi, IHSG akhirnya mampu berbalik arah ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (5/9/2017), IHSG naik 16,23 poin atau 0,28 persen ke level 5.829,97. Indeks saham LQ45 naik 0,44 persen ke level 971,15. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 148 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 181 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 113 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.834,18 dan terendah 5.774,30. Total frekuensi perdagangan saham 318.176 kali dengan volume perdagangan 10,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,6 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 732 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.326.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham industri dasar turun 0,53 persen, sektor saham konstruksi melemah 0,70 persen dan sektor saham infrastruktur susut 0,50 persen.

Sektor saham tambang menanjak 1,63 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham pertanian mendaki 0,69 persen dan sektor saham aneka industri menguat 0,58 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham HDFA menanjak 31,84 persen ke posisi Rp 236 per saham, saham OKAS menguat 25 persen ke level Rp 350 per saham, dan saham CMPP mendaki 24,47 persen ke level Rp 590 per saham.

Saham-saham yang merosot saham AGRS susut 14,73 persen ke level Rp 220 per saham, saham MPOW melemah 11,29 persen ke level Rp 330 per saham, dan saham INRU tergelincir 9,64 persen ke level Rp 300 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia menguat. Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,13 persen dan indeks saham Jepang Nikkei susut 0,63 persen. Sedangkan indeks saham Shanghai mendaki 0,14 persen, indeks saham Singapura menguat 0,63 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 0,45 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG masih konsolidasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi tercatat 0,07 persen pada Agustus, menurut William menjadi sentimen positif. Ditambah dengan harga komoditas yaitu harga emas dan minyak kelapa sawit yang masih menarik.

Akan tetapi, aliran dana investor asing yang masih keluar dari pasar saham menjadi penekan IHSG. "Capital outflow menjadi titik kewaspadaan," ujar dia.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Investor Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat
Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi