Sukses

Harga Emas Melompat ke Posisi Tertinggi dalam Setahun

Liputan6.com, New York Harga emas naik ke level tertinggi dalam satu tahun terpicu melemahnya Dolar Amerika Serikat (AS) dan pulihnya permintaan safe haven di tengah keprihatinan terkait uji coba nuklir Korea Utara.

Melansir laman Reuters, Rabu (6/9/2017), harga emas di pasar Spot naik 0,6 persen menjadi US$ 1.341,86 per ounce setelah mencapai puncaknya di US$ 1.344,2. Ini merupakan harga tertinggi sejak 8 September 2016. Sementara harga emas berjangka AS mengakhiri sesi naik 1 persen di posisi US$ 1.344,50.

Pasar emas dipengaruhi Dolar yang melemah usai muncul komentar resmi Federal Reserve tentang inflasi AS yang rendah. Dolar mencapai titik terendah satu minggu melawan yen Jepang dan berada di jalur penurunan terbesar
dalam delapan hari terhadap sekeranjang mata uang.

Harga emas juga dibayangi kesepakatan Korea Selatan dengan Amerika Serikat untuk merespons ancaman dari Korea Utara setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir terbesar untuk keenam kalinya, dua hari lalu.

"Emas masih menuai permintaan sebagai safe haven," kata Commerzbank
dalam sebuah catatan.

Sebagian besar menguatnya harga emas baru-baru ini dikaitkan dengan
ketidakpastian geopolitik yang telah dipicu kejadian di semenanjung Korea.

Namun, Goldman Sachs mengatakan bahwa peristiwa di Washington selama dua bulan terakhir, memainkan peran yang jauh lebih besar dalam laju harga emas baru-baru ini diikuti oleh melemahnya dolar.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak sedikit berubah menjadi US$ 17,89 per ounce, sementara platinum naik tipis 0,1 persen menjadi US$ 1.007,90.

Palladium turun 1,4 persen menjadi $ 963,23 setelah mencapai tertinggi sejak Februari 2001 di $ 1.001 di sebelumnya sidang.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Melompat ke Posisi Tertinggi dalam 9 Bulan
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Bakal Merangkak Naik