Sukses

Pemerintah Izinkan Pertamina Jual Solar ke Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan i‎zin kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengekspor Solar hasil produksi dari fasilitas pengelolaan minyak (kilang) miliknya yang tidak terserap di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, Pertamina memang pernah meminta izin untuk menjual Solar keluar negeri. Alasannya, ada Solar hasil produksi kilang dalam negeri yang tidak terserap.

"Pertamina memang pernah mengajukan izin ekspor ke Kementerian ESDM kalau kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi dan masih ada kelebihan‎," kata Ego, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Pertamina telah diizinkan menjual Solar ke luar negeri, dengan syarat tempat penyimpanan di dalam sudah penuh dan kebutuhan di dalam negeri sudah terpenuhi.  Namun sampai saat ini dia belum mendapat kabar dari Pertamina terkait kelebihan pasokan Solar dari kilangnya.

"Sampai sekarang tidak pernah terjadi kelebihan pasokan," tuturnya.

Syarat tersebut berujuan agar tidak ada kekurangan pasokan solar di dalam negeri, sehingga Pertamina tidak gegabah dalam menjual Solar ke luar negeri. "Policy-nya akan ditawarkan dulu ke dalam negeri‎, tidak akan segegabah itu, kebutuhan domestik harus terpenuhi dulu," tutup Ego.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Kualitas

Pertamina melalui‎ Pertamina Refinery Unit (RU) V berhasil memproduksi solar non subsidi Pertamina Dex High Quality, yang sudah memenuhi standar Euro 4.

Area Manager Communication & Relations Kalimantan Alicia Irzanova‎ mengatakan, Pertamina Dex High Quality atau PertaDex HQ merupakan bahan bakar diesel berkualitas tinggi. Produk tersebut dengan cetane number minimal 53, memiliki kandungan pengotor Sulfur maksimum 50 ppm, membuat emisi lebih bersih dan ramah lingkungan yang berarti sudah memenuhi standar kandungan sulfur Euro 4.

"PertaDex HQ membuat start mesin lebih mudah, pembakaran lebih cepat, kompresi tingi dengan tarikan lebih ringan, dan suara mesin lebih halus," kata Alicia, di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Dia menuturkan, PertaDex HQ merupakan pengembangan dari produk PertaDex dengan melakukan mapping kualitas fraksi Diesel pada finish dan stream produknya lalu dilanjutkan uji coba blending komponen skala laboratorium serta uji produksi.

‎Dia menambahkan, memproduksi BBM dengan kualitas tinggi merupakan komitmen Pertamina, untuk berinovasi menciptakan produk -produk ramah lingkungan. Ke depan, Pertamina akan terus menyempurnakan kualitas produk sehingga memenuhi standar euro 4 secara menyeluruh.

Uji produksi atau plant test skala lapangan dilakukan pada Juni 2017 di Unit Hydrocracker dan CDU V. Produksi skala komersil telah dimulai pada Juli 2017.

Artikel Selanjutnya
Jualan BBM Penugasan, Pertamina Tomboki Rp 12 Triliun
Artikel Selanjutnya
Warga Kayoa Barat Kini Nikmati Harga BBM Murah