Sukses

Investor Asing Masih Lepas Saham, IHSG Menguat Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi dan mampu berbalik arah ke zona hijau. Namun penguatan IHSG terbatas.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (7/9/2017) IHSG naik tipis 8,17 poin atau 0,14 persen ke posisi 5.832,31. Indeks saham LQ45 menguat 0,14 persen ke level 970,85. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 166 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 156 saham melemah. 124 saham lainnya diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.835,87 dan terendah 5.810,48.

Transaksi saham perdagangan tidak terlalu ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 271.543 kali dengan volume perdagangan 7,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 817,27 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.296.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham aneka industri susut 1,73 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham tambang melemah 1,08 persen dan sektor saham pertanian melemah 0,40 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham PTSN menguat 34,46 persen ke posisi Rp 199, saham ALMI naik 24,77 persen ke posisi Rp 272 per saham, dan saham BRAM melonjak 20 persen ke posisi Rp 7.800 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham BSSR tergelincir 16,67 persen ke posisi Rp 1.950 per saham, saham ALKA susut 10,05 persen ke level Rp 394 per saham, dan saham HERO merosot 7,95 persen ke level Rp 1.100 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Shanghai melemah 0,59 persen catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham Singapura merosot 0,04 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,09 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 1,14 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,20 persen.

"Tidak ada sentimen. IHSG geraknya lebih konsolidasi," ujar Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, IHSG sempat tertekan lantaran aksi jual masih terjadi di pasar saham Indonesia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha