Sukses

Tak Ada Sentimen Kuat, IHSG Bergerak di 2 Arah

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua arah pada pembukaan perdagangan Jumat ini. IHSG diperkirakan akan terus bergerak di dua arah sampai penutupan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (8/9/2017), IHSG turun tipis 7,18 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.825,12. Pelemahan IHSG ini tidak berlanjut.

Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 1,91 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.834,18. Indeks saham LQ45 stabil di 970,84. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 104 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 34 saham melemah dan 109 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.836 dan terendah 5.824.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 10.083 kali dengan volume perdagangan 237,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 164 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 10 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.282.

Secara sektoral, dari 10 sektor pembentuk indeks, terdapat dua sektor yang melemah yaitu infrastruktur yang turun 0,17 persen dan keuangan melemah 0,39 persen.

Sektor saham aneka industri menguat 0,88 persen, dan catatkan kenaikan terbesar, disusul sektor saham perkebunan menguat 0,48 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham PTSN melonjak 28,64 persen ke level Rp 258 per saham, saham SMPP menguat 24,59 persen ke level Rp 1.140 per saham, dan saham CANI menanjak 22,50 persen ke level Rp 490 per saham.

Saham-saham yang merosot antara lain saham ECII susut 6,59 persen ke posisi Rp 850 per saham, saham ARTO tergelincir 5,88 persen ke level Rp 160 per saham, dan saham SMRU turun 4,76 persen ke posisi Rp 500 per saham.

Analis teknikal PT Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menjelaskan, IHSG ditutup naik tipis pada perdagangan kemarin. Indeks naik 5 poin atau 0,14 persen ke level 5.832.

"Pergerakan IHSG hari ini kami estimasi akan bergerak bervariasi (mixed) dengan rentang perdagangan berada di 5.750 sampai dengan 5.850," jelas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bursa Asia

Bursa Asia naik pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (8/9/2017). Penguatan bursa Asia dipengaruhi sinyal rencana peluncuran kebijakan stimulus fiskal oleh Bank Sentral Eropa.

Dolar melemah terhadapo Euro menyusul Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyatakan bahwa Oktober tahun ini pihaknya akan mulai meluncurkan program stimulus yang masif.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen, tapi tetap turun 0,2 persen secara mingguan. Kemudian indeks saham Jepang, Nikkei tergelincir 0,5 persen, kehilangan 2 persen pekan ini karena tertekan oleh penguatan yen seperti dilansir dari Reuters.

Sementara Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin pun melemah akibat sinyal stimulus dari Bank Sentral Eropa ini. Selain itu, bencana badai Harvey pun memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan saham AS.

Dolar tertekan oleh pernyataan Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa pembuat kebijakan akan memutuskan pada musim gugur ini dan keseluruhannya akan diambil pada Oktober.

Draghi juga mengatakan bahwa ECB harus memperhitungkan pelemahan inflasi karena euro yang kuat karena bersiap untuk mengurangi rangsangannya, kata Draghi, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada rekor terendah pada pertemuan kebijakan regulernya dan memastikan bahwa pembelian aset akan berlanjut, setidaknya sampai Desember.

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpeluang Positif, Awasi Saham Pilihan Ini