Sukses

PLN: Alat Penghemat Listrik Tipuan Belaka

Liputan6.com, Tegal - PT PLN (Persero) meminta masyarakat untuk mewaspadai tawaran alat penghemat listrik. PLN tidak pernah menjual alat penghemat listrik. Penghematan listrik seharusnya tidak dari alat, tetapi dari perilaku konsumen sendiri. 

Humas PLN Area Tegal Sutedjo menjelaskan, saat ini banyak tawaran alat yang bisa menghemat listrik baik melalui media online maupun di pasar-pasar. Bahkan, ada juga tenaga penjual yang mendatangi rumah ke rumah. PLN mewanti-wanti kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan tawaran tersebut. 

"Kami dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghimbau kepada para pelanggan agar tidak tertipu dengan alat penghemat listrik yang kini banyak beredar luas," ucap dia, Sabtu (9/9/2017).

PLN tidak memproduksi alat tersebut, PLN juga tidak pernah mengimbau kepada masyarakat bahwa ada alat penghemat listrik. "Imbauan kepada masyarakat untuk berhemat ada, tetapi imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan alat penghemat listrik tidak pernah,” tegasnya.

Tedjo menyatakan, penghematan listrik hanya bergantung dengan bagaimana pemakaian listrik sehari-hari. “Tidak ada alat penghemat,” ucapnya.

Selain itu, penggunaan elektronik lama juga berpengaruh terhadap boros tidaknya penggunaan listrik bagi pengguna. “Apabila ada yang menjual alat penghemat listrik dengan mengatasnamakan PLN, masyarakat diminta untuk hati-hati, apabila terjadi paksakan, laporkan saja kepada pihak yang berwajib,” ujarnya.

Ia pun juga menyampaikan bahwa pegawai PLN selalu disertai dengan identitas pegawai PLN.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan PLN lainnya, seperti petugas penyambungan listrik, petugas pemutusan listrik, petugas penertiban listrik, dan lain sebagainya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Cara menghemat listrik

Dikutip dari Rumah.com, berikut beberapa cara untuk menghemat listrik

Pagi dan siang tanpa lampu

Terapkan aturan tanpa lampu pada pagi hingga siang hari dari pukul 9.00-16.00. Dalam kurun waktu ini matahari sedang hangat-hangatnya bersinar. Agar ruangan di dalam rumah tetap mendapat pencahayaan, buka semua tirai dan daun jendela di rumah.

Selain terang, ruang di dalam rumah pun menjadi lebih sejuk dengan masuknya udara pagi. Jangan lupa untuk menutup daun jendela menjelang siang, karena udara mulai terik. Lakukan aturan ini setiap hari dijamin bujet tagihan listrik akan menurun.

Menggunakan fast charging

Anda sering kali mengisi daya peralatan elektronik hingga lama bahkan semalam suntuk, mulai sekarang hindari hal tersebut. Selain boros listrik, mengisi daya terlalu lama dapat merusak gawai Anda.

Jika ingin mengisi daya gawai, gunakan fast charging tools yang sudah banyak dijual di pasaran. Fast charging dapat mengisi penuh gawai Anda hanya dalam waktu 90 menit. Agar tidak lupa, jangan lupa pasang alarm pada gawai Anda agar Anda segera mencabut gawai yang sudah terisi penuh.

Matikan AC setelah dingin

Saat tidur malam hari, Anda pasti akan menyalakan AC dan membiarkannya hidup hingga pagi hari. Mulai sekarang terapkan aturan baru, yakni selalu mematikan AC di tengah malam saat ruangan sudah dingin.

Idealnya, matikan AC sekitar pukul 2 atau 3 pagi. Ruangan Anda dijamin akan tetap dingin hingga Anda bangun pada pagi hari. Biar tidak lupa, selalu taruh remote AC di tempat yang mudah Anda jangkau dan pasang alarm pengingat.

Cara ini memang membutuhkan perjuangan untuk melawan kantuk Anda. Namun, perjuangan Anda akan terbayar pada akhir bulan, saat melihat tagihan listrik yang menurun.

Gunakan lampu LED

Salah satu keuntungan menggunakan lampu LED, yaitu lebih rendah dalam konsumsi energi sehingga mampu menghemat energi. Gunakan lampu LED terutama untuk penerangan teras rumah, teras balkon, dan lampu taman yang mengharuskan lampu tersebut dinyalakan sepanjang malam.

Lampu LED cenderung memiliki besaran daya yang lebih kecil. Dengan lampu LED Anda dapat menghemat pemakaian energi hingga 90 persen.

 

Artikel Selanjutnya
Stasiun Pengisian Listrik Sudah Hadir di Kota-Kota Ini
Artikel Selanjutnya
Begini Cara Isi Kendaraan Listrik di SPLU