Sukses

Membayar Kartu Kredit Ada Strateginya, Ikuti 4 Langkah Ini!

Liputan6.com, Jakarta - Kartu kredit memang banyak manfaatnya. Seperti bisa untuk menyicil barang mahal, dipakai di luar negeri, beli tiket pesawat, konser, dan lain-lain. Namun, kalau kamu salah strategi dalam melakukan pembayaran bisa menjadi tunggakan utang lho. Tunggakan utang yang akan membuatmu pusing hingga berbulan-bulan karena kesulitan untuk melunasinya.

Membayar tagihan merupakan sebuah tanggung jawab. Oleh karenanya, sebelum terjebak utang pikirkan kembali mengapa kamu harus punya kartu kredit? Satu hal yang perlu diingat adalah kamu dapat melakukan pembayaran non-tunai yang memang mengharuskan memakai kartu kredit. Misalnya, untuk membayar cloud service setelah download film resmi atau musik dari website luar negeri.

Setelahnya, kamu dituntut untuk membayar tagihan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Jangan sampai salah strategi dalam melakukan pembayaran tagihan. Dikutip dari Swara Tunaiku, begini 4 strategi melakukan pembayaran kartu kredit:

1. Sebisa mungkin melunasi tagihan, bukan minimum payment

Apakah kamu tahu apa itu minimum payment? Minimum payment merupakah nominal terendah yang harus kamu bayar, selambat-lambatnya pada saat jatuh tempo dari tagihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kalau rekening kartu kreditmu tak bermasalah.

Dan untuk bukti kalau kamu memang taat peraturan dari kartu kredit. Namun, hal ini akan berubah menjadi masalah, kalau kamu tak bisa membayar sisa tagihan pada bulan selanjutnya.

Bulan ini kamu memutuskan untuk membeli mobil dengan harga Rp 150 juta tanpa bunga 0 persen. Setiap bulannya kamu harus membayar cicilan sebesar Rp 12,5 juta selama satu tahun. Namun, kalau kamu memilih untuk membayar minimum payment nih, maka akan muncul bunga sebesar 3,5 persen untuk tagihan berikutnya. Jadi bunga yang awalnya 0 persen akan menjadi 3,5 persen.

Bulan pertama, tagihan pertama yang masuk sebesar Rp 12,5 juta. Kamu membayarnya secara lunas. Aman.
Bulan kedua pun kamu masih membayar sebesar Rp 12,5 juta. Masih dalam tahap aman.

Bulan ketiga, ternyata kamu hanya mampu melakukan pembayaran minimum payment, sebesar 10 persen dari Rp 12,5 juta yaitu Rp 1,25 juta. Sisanya, Rp 11,25 juta akan masuk ke tagihan bulan berikutnya.

Bulan keempat, yang harus kamu bayar tak hanya iuran bulanan rutin ditambah dengan sisa tagihan bulan kemarin Rp 12,5 juta + Rp 11,25 juta = Rp 23,75 juta. Lalu, ada tambahan lagi sebesar 3,5 persen x Rp 11,25 juta = sekitar Rp 400 ribu. Jadi, total yang harus kamu bayar pada  bulan keempat sebanyak Rp 12,5 juta + Rp11,25 juta + Rp 400 ribu = Rp 24,15 juta!

Hal ini akan terus terjadi karena terakumulasi pada bulan-bulan berikutnya sampai tagihanmu lunas. Tagihanmu jadi membengkak bukan?

Simak video pilihan di bawah ini:

1 dari 4 halaman

2. Hati-hati kalau sampai lewat tanggal jatuh tempo

Tanggal cetak yaitu yaitu tanggal penagihan transaksi dan saldo utangmu. Setiap bulannya, tagihan ini akan dikirim pada tanggal yang sama. Misalnya nih, kamu dan bank menyepakati tanggal 1 sebagai tanggal cetak. Dengan begitu, setiap tanggal 1 bank akan mengirimkan tagihan yang harus kamu bayarkan.

Sebelum melakukan pembayaran coba cek tanggal jatuh temponya. Tanggal jatuh tempo ini merupakan tanggal terakhir kamu bisa melakukan pembayaran ya. Biasanya tanggal jatuh tempo adalah 15 hari sejak tanggal cetak. Kalau tanggal cetak pada tanggal 1, maka harus segera dibayar maksimal tanggal 15 pada bulan yang sama.

Jika seandainya kamu memiliki cicilan kredit mobil sebesar Rp 12,5 juta, maka harus membayarnya maksimal tanggal 15. Kalau membayarnya pada tanggal 16, kamu akan dikenai denda keterlambatan sebesar 3 persen dari total tagihan. Atau nilai maksimal Rp 150 ribu. Agar tak bertambah banyak tagihanmu, sebaiknya selalu bayar vfsebelum jatuh tempo ya.

2 dari 4 halaman

3. Pakai autodebet

Ada satu cara agar kamu tak terlupa untuk membayar tagihan adalah dengan mengaktifkan autodebet. Autodebet bisa diaktifkan pada tanggal cetak atau maksimal seminggu setelahnya.

Hal ini juga bisa mencegah kamu memakai uang bayar kartu kredit untuk  belanja atau membeli barang lain. Supaya makin mudah lagi, kamu bisa mengatur tanggal autodebet sesuai tanggal gajian atau sesudahnya.

Jangan sampai kejadian kamu tak ada uang tapi saldo terpotong untuk bayar kartu kredit.

3 dari 4 halaman

4. Aktifkan email notifikasi tagihan

Ada dua cara untuk menerima tagihan kartu kredit yaitu via email dan lewat pos. Agar makin praktis, kamu bisa memilih pengiriman via email saja. Kalau via pos, bisa terlambat mengirim ataupun terselip. Kalau memakai email selalu tepat waktu dan cepat. Kamu bisa mendaftarkannya ke bank dan mintalah untuk mengirim tagihan via email saja. Dengan demikian, kamu tak akan lupa atau telat membayar tagihan.

Inilah keempat strategi untuk membayar tagihan kartu kredit yang bisa kamu contek. Dan sekali lagi pikiran secara matang apakah kamu memang perlu memakai kartu kredit atau tidak. Kalau hanya untuk mengejar gaya hidup semata, lebih baik tidak memakai kartu kredit.

Namun, jika kamu memang membutuhkannya, pastikan kalau limitnya sudah sesuai dengan kemampuan keuanganmu ya. Usahakan untuk tidak lebih dari total gajimu perbulannya atau maksimal 70-80 persen dari gaji. Dengan bijak memakai kartu kredit, kamu pun tak akan kesulitan untuk membayar tagihannya tiap bulan!

Artikel Selanjutnya
Gesek Kartu Nontunai di Kasir dan Kena Biaya 3 Persen, Bolehkah?
Artikel Selanjutnya
Larangan Gesek Kartu di Mesin Kasir Berimbas ke Transaksi Belanja