Sukses

Harga Minyak Naik karena Penurunan Produksi OPEC

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah organnisasi negara eksportir minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memperkirakan permintaan akan naik pada 2018 dan Rusia dan Venezuela mengkonfirmasi komitmen kesepakatan pemotongan produksi.

OPEC juga menyebutkan, angka produksi dari negara anggota mengalami penurunan sehingga sesuai dengan rencana dari organisasi tersebut untuk menekan produksi sehingga bisa menahan penurunan harga minyak ke level yang lebih jauh.

Mengutip Reuters, Rabu (13/9/2017), harga minyak mentah Brent naik 43 sen atau 0,8 persen menjadi US$ 54,27 per barel. Sesi terendah dalam perdagangan Selasa di angka US$ 53,42 per barel.

Sedangkan harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik 16 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 48,23 per barel. Sesi terendah harga minyak ini pada perdagangan Selasa mencapai US$ 47,73 per barel.

Produksi 14 negara anggota OPEC turun pada Agustus sebesar 79 ribu barel per hari (bpd) dari bulan Juli menjadi 32,76 juta barel per hari.

OPEC menyebutkan bahwa persediaan terus mengalami penurunan dan jika hal tersbeut terus terjadi hingga akhir tahun maka bisa memperbaiki harga minyak.

Menteri energi Rusia dan Venezuela bertemu di Moskow dan mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap kesepakatan pemotongan produksi.

Di November tahun lalu, OPEC dan beberapa produser utama minyak di luar OPEC sepakat untuk memangkas produksi selama enam bulan. Pada Maret kesepakatan tersebut diperpanjang 18 bulan dan mulai mendorong harga minyak secara perlahan.

Di pasar AS, pelaku pasar sedang melihat dampak dari Badai Harvey dan Irma terhadap permintaan. Untuk badai Irma sendiri saat ini terdapat 6,1 juta pengguna bensin yang terdampak.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Spekulasi Permintaan Naik, Harga Minyak Melonjak
Artikel Selanjutnya
Persediaan di AS Turun, Harga Minyak Melambung