Sukses

Laju IHSG akan Berada di 2 Zona

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi variatif pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG pada support 5.850 dan resistance 5.915.

IHSG ditutup menguat tipis kemarin. IHSG berada di level 5.872,38 atau lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya 0,49 poin atau 0,01 persen.

"Upaya-upaya pemerintah dalam menambah RAPBN seperti terus menekan subsidi listrik dan BBM, hingga melakukan pengembangan instrumen pendanaan baru pada infrastruktur menandakan kondisi APBN yang kian menyempit dari kebutuhan pembangunan yang ada," kata dia di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Alhasil, sektor kontruksi tertekan. Sementara, sektor pertanian menguat dan mampu pelemahan IHSG.

Lebih lanjut, investor asing sendiri masih melanjutkan aksi jual bersih saham. Tercatat, aksi jual bersih mencapai Rp 399,54 miliar.

Sementara, mayoritas bursa Asia melesat ke zona positif. Indeks saham Nikkei naik 1,18 persen, Topix 0,94 persen. Penguatan itu berbanding terbaik dengan nilai tukar yen dan harga emas yang melemah.

"PBB yang memberikan sanksi pada Korea Utara karena telah melakukan uji coba rudal dan nuklir terbaru mampu menurunkan tensi kekhawatiran geopolitik di bursa saham Asia," ujar dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Perdagangan kemarin

bergerak variasi pada perdagangan saham Selasa kemarin. Investor asing masih melakukan aksi jual di pasar saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 12 September 2017, IHSG naik tipis 0,49 poin atau 0,01 persen ke level 5.872,37. Indeks saham LQ45 menguat 0,06 persen ke level 978,05. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 217 saham melemah sehingga menekan IHSG. Namun, 117 saham menguat mendorong IHSG berbalik ke zona hijau. 108 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham lainnya sekitar 336.742 kali dengan volume perdagangan 7,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,1 triliun. Investor asing masih melakukan aksi jual Rp 393,38 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.192.

Secara sektoral, sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham konstruksi turun 1,5 persen, catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang melemah 1,04 persen dan sektor saham perdagangan susut 0,31 persen.

Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini