Sukses

IHSG Turun 11 Poin di Awal Sesi Perdagangan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan saham. Investor masih melakukan aksi jual.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (13/9/2017), IHSG susut 11,88 poin atau 0,20 persen ke posisi 5.860,48. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG bergerak melemah terbatas. IHSG pun berbalik ke zona hijau.

Indeks saham LQ45 melemah 0,06 persen ke posisi 977. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 64 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sementara itu, 30 saham tertekan. 80 saham lainnya diam di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.871,55 dan terendah 5.859,43.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.090 kali dengan volume perdagangan 127 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 69,8 miliar. Investor asing melakukan aksi jual Rp 11,85 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.198.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor saham pertanian memimpin penguatan dengan naik 0,22 persen. Sektor saham perdagangan mendaki 0,17 persen dan sektor saham keuangan menanjak 0,09 persen.

Sedangkan saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham SRAJ naik 15,79 persen ke posisi Rp 220 per saham, saham MABA melonjak 11,70 persen ke posisi Rp 2.100 per saham, dan saham DART naik 11,11 persen ke posisi Rp 340 per saham.

Sedangkan saham-saham yang cetak top losers antara lain saham KBLM susut 5,71 persen ke posisi Rp 264, saham RICY tergelincir 5,19 persen ke posisi Rp 146, dan saham MARK melemah 4,32 persen ke posisi Rp 775 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,57 persen, indeks saham Shanghai susut 0,18 persen, indeks saham Singapura melemah 0,33 persen dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,47 persen.

Selain itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,14 persen dan indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,40 persen.

Dalam laporan PT Bank DBS Indonesia menyebutkan, IHSG naik tipis ke posisi 5.872,38. Penguatan IHSG didorong sektor saham pertanian, consumer. Sedangkan sektor saham properti turun 1,5 persen.

Sentimen yang dicermati antara lain Pemerintah melelang sukuk dengan penawaran yang masuk sebanyak Rp 27,59 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan lelang sukuk bulan lalu sebesar Rp 26,43 triliun. Dari penawaran yang masuk, pemerintah hanya serap Rp 7 triliun.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Pergerakan harga komoditas bayangi laju IHSG.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi. Penguatan IHSG masih terlihat cukup besar di tengah aliran dana investor asing yang keluar masih berlangsing. William memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 5.797-5.911 pada Rabu pekan ini.

"Level support IHSG terlihat masih cukup kuat dapat bertahan di tengah tekanan terhadap pola gerak IHSG dan fluktuasi harga komoditas. IHSG berpotensi menguat," ujar William dalam ulasannya Rabu pekan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Bursa Global Menguat, IHSG Naik Terbatas
Artikel Selanjutnya
Sektor Saham Barang Konsumsi Angkat IHSG ke Level 5.915