Sukses

Mau Jadi Miliarder? Jangan Berteman dengan Tipe Orang Ini

Liputan6.com, Jakarta - Keberhasilan dalam hidup banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang terdekat Anda. Itulah mengapa seseorang harus benar-benar ahli dalam memilih teman bergaul apabila ia ingin sukses.

Sama halnya dengan para miliarder dunia. Di balik kesuksesannya berbisnis dan meraup harta berlimpah, para orang berduit ini ternyata memiliki kemampuan yang baik dalam bergaul dan memilih teman yang bisa membawanya menuju sukses.

Dilansir dari Time, Kamis (14/9/2017), penulis buku laris "Change Your Habits, Change Your Life" Thomas Corley mengungkap rahasia pergaulan para miliarder. Rupanya, para orang sukses ini sangat menghindari berteman dengan orang yang pesimistis.

"Para miliarder sangat pemilih bergaul dengan siapa," kata Corley dalam buku "Change Your Habits, Change Your Life", kata Corley yang telah meneliti miliarder selama lima tahun.

"Sukses seseorang ditentukan dari siapa orang yang menjadi kerabat dekatnya. Orang kaya selalu mencari teman yang memiliki tujuan, optimistis, antusias dan bermental positif," lanjutnya.

Lebih lanjut Corley mengungkapkan, sebanyak 86 persen orang kaya punya kebiasaan bergaul dengan individu yang ingin sukses dan membatasi pergaulan mereka dengan orang yang negatif. Mengganti teman yang negatif dengan orang-orang bermental positif dinilai penting, karena manusia pada umumnya cenderung terpengaruh dari lingkungan tempat ia tumbuh.

Hal yang sama juga dikatakan pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold. Pria yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade ini tahu rahasia yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain.

Menurut dia, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas. Orang kaya lebih memilih untuk bergaul dengan kalangan atas yang karena tidak ingin tercemar dengan kebiasaan kelas menengah yang selalu buta dengan uang.

Mereka paham betul bahwa uang bukanlah segalanya. "Orang-orang ini lebih mencari nilai dari sebuah barang dibanding kemewahan," tutur Siebold.

Simak video pilihan di bawah ini:

 

Artikel Selanjutnya
Ditinggal Nikah Mantan, Haruskah Langsung Cari Pengganti?
Artikel Selanjutnya
Meski Mampu, Perlukah Borong Barang Bermerek?