Sukses

Rekrut CPNS, Menteri Susi Tawarkan Gaji Rp 6 Juta per Bulan

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pembukaan pendaftaran CPNS 2017 mendapat alokasi 329 formasi jabatan. Sayangnya, semua formasi ini tidak dibuka untuk umum.
Rekrutmen CPNS di KKP kali ini hanya ditawarkan untuk lima lulusan terbaik di masing-masing universitas di seluruh Indonesia. Lima lulusan ini yang nantinya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Biro SDM dan Aparatur KKP Supranawa Yusuf menjelaskan, bagi siapa pun yang lulus seleksi CPNS 2017 ini, mayoritas akan memiliki golongan 3 A, karena setara Sarjana 1 (S1).

"Memang kita butuh juga untuk yang di bawah 3A, tapi untuk saat ini kita fokus rekrut untuk golongan 3A. Tapi ada 52 yang untuk S2, itu nanti akan otomatis 3B golongannya," kata Supranawa di Kantor KKP, Kamis (14/9/2017).

Dia mengatakan, untuk golongan 3A, di KKP memiliki gaji pokok sekitar Rp 3,2 juta per bulan. "Kalau tunjangan itu ya hampir sama Rp 3,1-3,2 juta per bulan, jadi sebulan bisa terima sekitar Rp 6 jutaan," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS kali ini, KKP akan meminta data dan rekomendasi dari masing-masing universitas atau akademi di seluruh Indonesia.

Adapun jumlah yang dibuka pendaftarannya untuk lulusan terbaik sebanyak 322 formasi, untuk disabilitas sebanyak 4 formasi dan untuk putra/putri Papua sebanyak 3 formasi.

"Kita harapkan KKP dengan masuknya SDM unggul ini. Kita bisa memperbaiki kualitas pelayanan dan kecepatan pembangunan yang menjadi tanggung jawab KKP," tegas Susi.

Dengan demikian dirinya meminta maaf kepada para calon pelamar umum untuk saat ini instansinya belum membuka kesempatan rekrutmen. "Memang kita membatasi yang unggul dulu, jadi tidak ada batasan ketentuan IPK," ujar Susi.

1 dari 2 halaman

Tawari PNS Pensiun Dini, Menteri Susi Beri Pesangon Rp 300 Juta

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sudah mendapat persetujuan dari Presiden RI Joko Widodo dalam melaksanakan golden hand shake atau pensiun dini untuk PNS di instansinya.

Susi mengaku, setidaknya akan ada 1.000 PNS yang akan ditawarkan pensiun dini secara bertahap hingga tiga tahun ke depan. Upaya ini dilakukan dalam menciptakan efektifitas anggaran dan pelayanan KKP.

Adapun kategori PNS yang akan ditawarkan pensiun dini adalah dengan masa kerja lebih dari 10 tahun dan usia 50 tahun. Pensiun dini ini, ditegaskan Susi, tetap akan sesuai Undang-undang ketenagakerjaan yaitu dengan memberikan pesangon.

"Minimal nanti akan dapat Rp 200-300 juta, tergantung masa kerja," kata Susi di Kantornya, Kamis (14/9/2017).

Untuk mengimbangi pensiun dini ini, Susi telah membuka pendaftaran 329 CPNS. Dari 329 tersebut, sebanyak 322 dialokasikan untuk lulusan terbaik di masing-masing universitas dan akademi di seluruh Indonesia.

Setiap universitas akan dipilih lima lulusan terbaik untuk ditawari menjadi PNS di KKP. Proses pelaksanaan pemilihan terbaik ini akan dilakukan dengan meminta rekomendasi dari masing-masing universitas.

Susi mengatakan, saat ini pegawai yang bekerja di instansi yang dipimpinnya mencapai 10.800 pegawai. Dengan jumlah ini, diakui Susi jumlahnya cukup banyak, meski tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan ke masyarakat selama ini.

"Bagi yang pensiun dini, kita juga ada pelatihan kewirausahaan, bantuan modal juga setelah itu. Intinya kita akan perbaiki sumber daya manusia," tutupnya.

Artikel Selanjutnya
BUMN Incar Laba Rp 250 Triliun di 2018
Artikel Selanjutnya
Ini Dia Negara dan Lembaga yang Rajin Beri Utang ke RI