Sukses

IHSG Menguat Terbatas Jelang Tutup Pekan

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada awal sesi perdagangan saham.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (14/9/2017), IHSG naik tipis 2,4 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.854,44. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG naik tipis 2,8 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.854,87.

Indeks saham LQ45 turun 0,07 persen ke posisi 974,16. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Ada sebanyak 92 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 29 saham tergelincir dan 85 saham lainnya diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.858,19 dan terendah 5.852,84. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 8.015 kali dengan volume perdagangan saham 177,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 134,1 miliar. Investor asing melakukan aksi beli Rp 14,2 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran 13.249.

Secara sektoral, sektor saham masing-masing menguat dan melemah. Sektor saham tambang naik 0,64 persen, kemudian sektor saham industri dasar naik 0,77 persen dan perdagangan naik 0,23 persen.

Sektor saham aneka industri tergelincir 0,77 persen, sektor saham infrastruktur melemah 0,15 persen dan sektor saham perkebunan susut 0,15 persen.

Saham-saham yang mencetak top gainers antara lain saham PALM naik 9,36 persen ke posisi Rp 374, saham MBAP menguat 6,69 persen ke level Rp 2.540 per saham, dan saham ALMI menguat 5,6 persen ke level Rp 264 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham WICO merosot 3,72 persen ke posisi Rp 362 per saham, saham PNIN tergelincir 3,66 persen ke posisi Rp 790 per saham, dan saham WAPO merosot 3,2 persen ke posisi Rp 121 per saham.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan IHSG bergerak pada support 5.830 dan resistance 5.880.

IHSG telah menguat tipis pada perdagangan saham kemarin. IHSG ditutup pada level 5.852,01 menguat 6,27 poin atau sebanyak 0,11 persen.

"Indeks sektor pertanian dan konsumer menjadi pendorong penguatan di saat IHSG sempat tertekan," kata dia, di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Saksikan Inspirato Bersama 3 Tokoh Inspiratif Indonesia

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Bakal Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Diproyeksi Tertekan Jelang Libur Idul Adha