Sukses

9 Cara Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit Anda

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo kembali menegaskan larangan dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam setiap transaksi non tunai. Pelarangan itu bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu kredit dan debit.

Agus juga mengimbau agar masyarakat dapat berkontribusi menghindari praktik penggesekan ganda dengan senantiasa menjaga kehati-hatian dalam transaksi nontunai, dan tidak mengizinkan pedagang melakukan penggesekan ganda.

Dikutip dari DanaXtra, kartu kredit dan kartu debit menyimpan banyak manfaat dalam transaksi keuangan serta data-data penting di dalamnya. Hal inilah yang sering mengundang niat jahil dari  pihak-pihak  yang kurang bertanggungjawab. Termasuk para pelaku cyber crime yang banyak beraksi di dunia maya.

Norton Cyber Security Insight Report pada 2015 melaporkan,  sebanyak 47 persen pengguna kartu kredit telah menjadi korban kejahatan cyber ketika menggunakan kartu gesek tersebut. Vice President Norton Consumer and Small Business, Asia Pacific and Japan, Gavin Lowth mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukannya di 17 negara seluruh dunia, rata-rata konsumen telah kehilangan hampir US$ 358 per orang karena kejahatan cyber yang dilakukan sekelompok orang. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar US$ 150 miliar!

Terlepas dari risiko buruk dari double swipe, apa sih yang seharusnya dilakukan konsumen untuk menjaga keamanan kartu-kartunya. Bagaimana cara aman  bertransaksi secara non tunai, baik melalui kartu kredit mau pun kartu debit?

Maklum saja, bukan cuma risiko duplikasi data, para pemilik kartu kredit dan kartu debit juga langsung berhadapan dengan risiko terhadap penyalahgunaan kartu dan isi rekeningnya.

1. Pastikan Kartu Baru Anda Terima dalam Amplop Tertutup

Baik untuk kartu kredit maupun kartu kredit, kewaspadaan terhadap keamanan kartu plastik ini  mesti dimulai sejak Anda menerimanya dari pihak bank. Saat menerima salah satu dari kedua jenis kartu tersebut, baik secara langsung maupun melalui pos,  pastikan Anda menerimanya  dalam amplop tertutup. Segera setelah itu bubuhkan tanda tangan Anda.

Keamanan kartu kredit Anda akan lebih terjamin jika di bagian depan kartu kredit  terdapat foto diri Anda karena akan lebih mudah terdeteksi jika dipergunakan oleh orang lain.

Simpan kartu tersebut di tempat aman agar tidak hilang atau dipergunakan oleh orang yang tidak berhak. Sebaiknya Anda menempatkan kartu kredit/debit di dompet yang sering dibawa bepergian ke mana pun.  Jika sudah sampai di rumah kembali, letakkan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

2. Lindungi Informasi Pribadi Anda

Setelah memperoleh PIN, segera ganti angka tersebut dengan kombinasi bilangan yang mudah diingat. Sedapat mungkin hindari penggunaan tanggal lahir Anda, anak Anda atau pasangan sebagai nomor PIN karena mudah ditebak orang.  

Perlakukan PIN kartu debit Anda sebagai informasi rahasia. Sebaiknya Anda rutin mengubah nomor PIN kartu, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Dan yang lebih penting lagi, rahasiakan PIN Anda. Jika Anda sulit mengingat dan harus mencatatnya, simpan catatan kode PIN Anda di tempat yang terpisah dari kartu debit Anda dan yang tidak mudah diakses orang lain.

Kartu kredit/debit diterbitkan atas nama Anda  karena itu hanya Anda yang boleh mempergunakannya. Jangan biarkan orang lain, termasuk keluarga mau pun orang-orang terdekat sekalipun memakainya.

Untuk keperluan administrasi, seringkali instansi tertentu mensyaratkan fotokopi KTP atau dokumen-dokumen lainnya. Demi keamanan, jangan sekalipun Anda memfotokopi kartu kredit. Orang masih bisa menyalahgunakan kartu kredit Anda meski hanya melalui fotokopi. Selain itu harap selalu Anda ingat, bahwa bank tidak pernah mensyaratkan fotokopi kartu kredit tiap kali transaksi.

Selain itu, jangan beberkan informasi pribadi seputar kartu kredit/debit Anda kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Misalnya nama gadis ibu kandung Anda, masa berlaku kartu kredit, limit kartu  apalagi tiga digit di  bagian belakang kartu yang sering disebut cardholder verivication (CVV).

CVV merupakan tiga atau empat digit kode keamanan rahasia yang disematkan di balik kartu Anda (nomor otorisasi manual untuk kartu supaya bisa melakukan transaksi). Untuk lebih amannya, Anda bisa juga menutup  tiga angka CVV itu dengan kertas atau stiker sehingga tidak mudah diketahui orang lain.

Simak video pilihan di bawah ini:

1 dari 5 halaman

3. Pastikan Kartu Anda Menggunakan Teknologi Chip

Sebagai alat pembayaran, kartu debit maupun kartu kredit digunakan pada mesin EDC yang pada umumnya  menerapkan PIN sebagai otorisasi. Saat ini sebagian besar kartu debit sudah mengimplementasikan penggunaan PIN yang dikombinasikan dengan teknologi chip untuk menjamin keamanan kartu nasabah. (Ini cara bank dalam memberikan jaminan keamanan transaksi)

Namun tidak semua bank memiliki jaringan EDC kartu debit sehingga mereka mengandalkan jaringan EDC kartu kredit. Karena itu penggunaannya dilakukan  dengan menggesekkan kartu dan menggunakan tanda tangan sebagai otorisasi untuk mengesahkan transaksi seperti layaknya kartu kredit.  

Di antara kedua jenis otorisasi tersebut, teknologi PIN dipandang lebih aman daripada tanda tangan. Maklum saja, selama pemegang kartu tidak memberitahukan kepada orang lain, hanya dia sendirilah yang  tahu nomor PIN kartunya. Jika otorisasi penerbit kartu debit Anda masih menggunakan tanda tangan, pastikan tanda tangan Anda sama seperti yang Anda bubuhkan pada  identitas resmi di KTP, SIM, paspor, dan lain-lain.

4. Pastikan Kasir Gesek Sekali

Saat bertransaksi di pusat perbelanjaan, pastikan staf merchant langsung membawa kartu kredit Anda ke kasir, bukan ke tempat lain. Sebelum menandatangani sales draft, pastikan bahwa jumlah transaksi yang tercetak di sales draft sesuai dengan jumlah transaksi sebenarnya. Ini untuk menghindari keharusan membayar tagihan yang tidak semestinya.

Pastikan juga petugas kasir menggesek kartu kredit/kartu debit Anda satu kali untuk setiap transaksi. Bukan semata untuk menghindari dua kali penagihan dalam jumlah transaksi sama pada waktu dan tempat yang sama, hal ini juga  sangat berguna untuk mencegah terjadinya pencurian data Anda. Setelah transaksi selesai, pastikan staf merchant mengembalikan kartu kredit/debit Anda seusai transaksi.

2 dari 5 halaman

5. Simpan Bukti Transaksi

Selalu simpan buktri transaksi belanja melalui mesin EDC setidaknya untuk tiga bulan terakhir, terutama untuk pemakaian kartu kredit. Slip tersebut sangat berguna untuk memastikan kebenaran tagihan bank penerbit kartu kredit.

Saat tagihan bulanan datang pada akhir siklus, cocokkan isinya dengan slip transaksi yang masih Anda simpan. Termasuk jika ada tagihan atas penggunaan kartu suplemen. Bila terdapat perbedaan atau kesalahan nilai tagihan dan jenis barang yang dibeli, laporkan segera sesuai kurun waktu yang diberikan oleh bank penerbit kartu. Jangan tunda-tunda karena bank dan penerbit kartu tidak akan melayani pengaduan selewat 45 hari sejak tanggal tagihan.  

Kalau setelah 45 hari sejak tanggal tagihan ternyata tidak ada pengaduan, penerbit kartu kredit akan menganggap tagihan Anda telah sesuai, dan Anda wajib membayarnya.

6. Cara Aman Saat Transaksi Online

Saat bertransaksi online, pastikan situs atau orang yang bertransaksi dengan Anda memang terpercaya dan aman.  Keamanan situs ini bisa Anda cermati melalui icon gembok kecil yang biasanya terdapat  pada pojok kanan atas URL bar.

Cara aman yang lain untuk memastikan keamanan sebuah situs jual beli online juga bisa Anda lihat dari tambahan huruf “s” pada alamat URL. Sebuah situs yang aman akan diawali dengan https:// (Hypertext Transfer Protocol Secure), sementara laman yang belum terjamin keamanannya biasanya berawalan http://.

Selalu ingat untuk melakukan transaksi dengan perusahaan yang telah Anda kenali. Kalaupun akan melakukan pembelian dari situs yang masih asing, pastikan Anda melakukan penelitian kecil mengenai latar belakang toko online tersebut.

Yang perlu Anda ingat, jangan asal dalam membagi-bagikan nomor kartu gesek Anda tersebut ke orang lain. Kalaupun Anda memberikan nomor tersebut untuk bertransaksi online, sebaiknya catat di situs website apa saja data tersebut beredar. Misalnya reservasi hotel, e-commerce dan lain-lain.

Sebuah toko online terpercaya biasanya melampirkan alamat fisik atau minimal nomor telepon yang bisa dihubungi. Anda dapat menghubungi nomor yang tertera untuk memastikan keasliannya, lalu tanyakan kepada mereka tentang cara toko online melayani komplain maupun pengembalian barang.

Ketika akan melakukan transaksi pembelian, biasanya Anda harus mengisi beberapa data yang diperlukan seperti nama dan alamat. Seringkali, sebuah toko online juga akan berusaha mendapatkan informasi lebih yang akan digunakan sebagai strategi meningkatkan penjualan, seperti gaya hidup hingga pemasukan tahunan.

Jangan pernah menjawab pertanyaan yang dirasa mencurigakan. Kalaupun menemukan yang seperti itu, lebih baik tinggalkan dan carilah toko yang lain.

Banyak situs toko online mengharuskan setiap konsumen untuk log-in sebelum melakukan transaksi yang dilengkapi dengan username dan password. Buatlah password yang cukup sulit dan jangan tunjukkan pada orang lain untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Anda biasanya akan mendapatkan konfirmasi berisi informasi mengenai detail transaksi, mulai dari harga hingga syarat pengembalian. Simpanlah berkas ini dengan baik hingga barang sampai di tangan agar Anda dapat meminta pertanggung jawaban jika terjadi sesuatu dengan pesanan.

Jika memperoleh penawaran dari merchant lewat telepon, surat, maupun internet, pastikan Anda mengetahui sepenuhnya produk dan jasa yang ditawarkan, dan sepakat dengan penawaran tersebut, sebelum Anda memberikan 16 digit nomor kartu kredit.

3 dari 5 halaman

7. Gunakan Mesin ATM di Lokasi Aman

Jika Anda ingin menarik uang tunai atau melakukan transaksi lain di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sebaiknya memilih mesin ATM yang berlokasi di tempat yang aman. Kalau bisa di dekat kantor cabang bank penerbit kartu tersebut atau yang ada petugas penjaganya. Dengan demikian Anda bisa segera menghubungi pihak bank atau keamanan apabila terjadi masalah.

Sebelum memasukkan kartu ATM, sebaiknya periksa lubang ATM terlebih dahulu. Caranya adalah dengan menggoyang bagian tersebut dan pastikan lubang kartu ATM menempel dengan kuat. Chip perekam yang dipasang pembajak, biasanya hanya direkatkan dengan lem atau selotip sehingga mudah lepas. Jika mesin ATM tersebut Anda anggap mencurigakan, segera laporkan ke petugas berwenang atau cari ATM lain yang lebih meyakinkan.

Selalu tutupi tombol-tombol saat Anda memasukkan kode PIN di ATM. Anda harus selalu mewaspadai adanya kamera tersembunyi yang dipasang pembajak untuk merekam PIN Anda. Karena itu pastikan Anda selalu menutupi tangan Anda saat memasukkan kode PIN.

Simpan bukti transaksi kartu debit/ATM. Jika Anda selalu menyimpan bukti transaksi kartu debit/ATM, maka Anda bisa mencocokkannya dengan data yang tertera pada buku tabungan. Jika ada yang tidak cocok, segera laporkan ke pihak bank untuk dilakukan penyelidikan.

Sering-seringlah memeriksa saldo tabungan agar segera terlihat apabila ada transaksi yang tidak Anda lakukan. Pastikan Anda menyisihkan saldo secukupnya di kartu debit Anda. Dengan kata lain sebaiknya Anda memisahkan rekening untuk berbelanja dengan rekening untuk simpanan (tabungan).

8. Back Up dengan Aplikasi Mobile

Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit/kartu debit adalah notifikasi melalui ponsel Anda. Fungsi  notifikasi ini adalah untuk memberitahukan  atas terjadinya suatu transaksi pada kartu. Bila tidak merasa melakukan transaksi tersebut, Anda bisa segera menelpon contact center agar dibatalkan. Anda harus memastikan bahwa nomor ponsel penerima notifikasi tersebut hanya diketahui oleh bank penerbit kartu kredit Anda.

Pada dasarnya aplikasi mobile ini sangat penting untuk menjaga keamanan kartu kredit/kartu debit Anda. Biasanya aplikasi mobile memiliki fitur yang mudah. Antara lain memblokir kartu jika hilang, mengganti PIN transaksi, dan lain-lain. Hanya Anda perlu memperhatikan handphone pintar Anda. Jangan sampai ponsel tersebut hilang atau disalahgunakan oleh orang lain.

4 dari 5 halaman

9. Blokir Segera Jika Kartu Hilang

Laporkan segera kepada bank  atau penerbit  begitu kartu kredit/kartu debit Anda tidak ditemukan atau  Anda rasa telah dicuri. Hal ini harus segera dilakukan untuk mencegah pencurian identitas atau keharusan membayar tagihan yang tidak semestinya.

Beberapa bank penerbit kartu kredit biasanya memberikan jaminan perlindungan untuk transaksi tidak sah, dan tidak mengharuskan Anda membayar tagihannya. Yang penting pelaporan kartu hilang  itu tepat waktu.

Sama seperti untuk kartu kredit, jika Anda kehilangan kartu debit atau kartu ATM maka Anda harus segera menghubungi pihak bank penerbit tersebut untuk langsung memblokir kartu secara permanen. Kemudian Anda dapat mendatangi kantor cabang bank tersebut untuk meminta kartu debit/ATM pengganti.

Penyalahgunaan kartu debit dapat dilakukan antara lain jika kartu hilang atau dicuri. Karena itu Anda perlu mempertimbangkan untuk tidak selalu membawa kartu debit di dalam dompet.

Tidak seperti pada kartu kredit, apabila kartu debit Anda berpindah tangan ke orang lain dan orang tersebut memalsukan tanda tangan Anda atau entah bagaimana bisa mengetahui PIN kartu tersebut, ia bisa dengan leluasa menghabiskan uang milik Anda sendiri dan bukan uang milik bank. Pasalnya, penggunaan kartu debit secara otomatis mendebit atau mengurangi saldo tabungan Anda.

Jadi jika kartu debit Anda digunakan orang lain, dijamin Anda tidak akan bisa mendapatkan uang Anda kembali. Karena kartu debit tidak memungkinkan transaksi dibatalkan seperti dalam penggunaan kartu kredit.  

Kini kalangan penerbit kartu debit memang telah bergerak ke arah peningkatan keamanan terutama dengan penggunaan teknologi microchip di dalam kartu. Namun sudah menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk cermat dan waspada dalam penggunaannya.

Sudah semestinya Anda peduli terhadap keamanan kartu-kartu pembayaran Anda.  Jangan sampai keteledoran kecil, menjadi pemicu problem keuangan bagi pemiliknya.

Artikel Selanjutnya
Ini Situasi Saat Anda Butuh Kartu Kredit untuk Transaksi Belanja
Artikel Selanjutnya
Mau Liburan Tapi Tak Punya Uang? Ini 5 Trik Atasinya