Sukses

Mantan Bos PGN Jadi Direktur Utama Semen Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengangkat Hendi Prio Santoso sebagai Direktur Utama Perseroan pada Jumat (15/9/2017).

Hendi Prio Santoso menggantikan Rizkan Chandra yang tutup usia pada 15 Juli 2017. Hendi Prio Santoso pernah menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Gas Indonesia Tbk (PGN). Selain itu, RUPSLB juga mengangkat susunan pengurus PT Semen Indonesia Tbk antara lain:

Dewan Komisaris:

1. Komisaris Utama : Sutiyoso
2. Komisaris : Hambra
3. Komisaris : Sony Subrata
4. Komisaris : Astera Primanto Bhakti
5. Komisaris : Wahyu Hidayat
6. Komisaris Independen : Djamari Chaniago
7. Komisaris Independen : Nasaruddin Umar

Direksi:

1. Direktur Utama : Hendi Prio Santoso
2. Direktur Keuangan : Fadjar Judisiawan
3. Direktur Pemasaran : Ahyanizzaman
4. Direktur Produksi : Benny Wendry
5. Direktur Strategi Bisnis : Doddy Diniawan
6. Direktur Enjiniring : Tri Abdisatrio
7. Direktur SDM : Agung Yunanto

Hasil RUPSLB juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan terkait dengan penetapan saham seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia dan standarisasi anggaran dasar BUMN terbuka.

Selain itu, ratifikasi Peraturan Menteri BUMN yang wajib dikukuhkan oleh BUMN terbuka. Demikian mengutip keterangan tertulis, Jumat pekan ini.

Kinerja Penjualan Semen:

Penjualan domestik perseroan hingga Agustus 2017 tumbuh 4,1 persen atau sebesar 16,68 juta ton dibandingkan periode sama tahun lalu 16,23 juta ton. Sementara itu, total penjualan semen Perseroan (termasuk penjualan Thang Long Cement Vietnam dan ekspor semen) tumbuh 9 persen atau sebesar 19,96 juta ton dibanding periode sama tahun lalu 18,30 juta ton.

Hingga Agustus 2017, volume penjualan ekspor Perseroan mencapai 1,25 juta ton atau naik 249,5 persen dibandingkan periode sama 2016 sebesar 360.417 ton.

Tujuan ekspor di antaranya ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, Bangladesh, Maladewa, Srilanka, Kuwait dan Australia.

Konsumsi semen domestik hingga Agustus tumbuh 5,7 persen atau sebesar 41,13 juta ton dibanding periode sama tahun lalu 38,92 juta ton.

Peningkatan konsumsi itu didorong oleh permintaan cukup tinggi di Jawa, Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara terutama permintaan semen untuk proyek infrastruktur.

Sementara itu, konsumsi semen di Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih menurun. Namun demikian pada Agustus 2017, Sulawesi dan Indonesia Timur menunjukkan kenaikan konsumsi yang cukup signifikan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Menteri Rini Tunjuk Elfien Goentoro Jadi Dirut PT DI
Artikel Selanjutnya
24 BUMN Rugi, Sri Mulyani Minta Menteri Rini Perkuat Tata Kelola