Sukses

Cegah Kecurangan, Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Diperketat

Liputan6.com, Jakarta Di tengah ketatnya persaingan seleksi CPNS, ada saja peserta yang mencari jalan pintas dan berbuat curang agar lulus tes. Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan, panitia pun tak mau kalah.

Jaring pengaman telah disiapkan berlapis antara lain dengan memperketat pengawasan, sejak sebelum sampai saat pelaksanaan tes dengan sistem CAT.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman menceritakan seperti yang dilakukan saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Regional BKN I Yogyakarta. Sebelum masuk ruang CAT, setiap peserta harus melalui pemeriksaan ketat beberapa kali.

"Pertama-tama peserta dikumpulkan untuk mendapatkan arahan. Kedisiplinan dalam berpakaian juga diperhatikan. Peserta harus memakai sepatu pantofel, bukan sepatu ket. Sampai-sampai ada peserta yang meminjam/bertukar sepatu dengan petugas, karena dia memakai sepatu kets," cerita Herman, Sabtu (16/9/2017).

Setelah itu dilakukan verifikasi KTP dan kartu ujian untuk dicocokkan dengan foto dan wajah peserta yang hadir. Jika sesuai, peserta melanjutkan ke tahap pemberian PIN untuk mengerjakan CAT. Kemudian, peserta diperiksa badannya satu-persatu.

Pada saat diberikan pengarahan, peserta sudah diingatkan untuk tidak membawa barang apa pun selain KTP dan kartu ujian. Arloji, USB, handphone, kunci kendaraan, gelang bahkan cincin harus dilepas dan dimasukkan ke dalam tas.

Saat pemeriksaan pertama, jika ada yang membawa barang-barang selain KTP dan kartu ujian, disuruh melepas dan memasukkannya ke dalam tas.
 
"Di dekat ruangan tes, peserta wajib menitipkan tas masing-masing kemudian berkumpul kembali. Sebelum memasuki ruangan tes, peserta diperiksa lagi. Jika ada yang membawa barang lain selain KTP dan kartu ujian, akan dianggap gagal dan tidak boleh mengikuti  CAT," tambah dia.

Menurut pengakuan salah satu petugas, diceritakan Herman, pada Kamis (15/9/2017) ada peserta yang mencoba berbuat curang setelah ketahuan menyembunyikan telepon seluler di balik bajunya saat ikut tes di MG Setos Hotel, Semarang.

"Seorang wanita menyembunyikan ponsel dan memakai headset di balik pakaiannya. Akhirnya peserta tersebut tidak boleh mengikuti SKD," dia menegaskan.
 
Herman mengimbau, niat baik pemerintah untuk melaksanakan seleksi CPNS semestinya dibarengi dengan kesiapan peserta seleksi dalam mengikuti tes. Bukan dengan berbuat curang, yang dipastikan bakal ketahuan. "Tidak ada tempat untuk berbuat curang dalam seleksi CPNS ini," tutup Herman.

Tonton Video Pilihan Berikut ini:

Artikel Selanjutnya
220 Ribu Sarjana Lolos Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Buka Lowongan CPNS untuk Kalimantan Utara