Sukses

Tingkatkan Nilai Tambah Produk, PT Timah Gandeng Perusahaan China

Liputan6.com, Jakarta BUMN PT Timah (Persero) bekerja sama Yunnan Tin, perusahaan timah asal Tiongkok, untuk meningkatkan nilai tambah timah yang telah diproduksi perusahaan tersebut.

Direktur Utama Timah PT Riza Pahlevi mengatakan, kerja sama telah ditandatangani kedua belah pihak di sela rangkaian Asia Tin Week 2017 di Kunmig, Tiongkok, pada 14 September lalu. Kerja sama ini mencakup pemrosesan timah, khususnya untuk industri berbahan kimia, dan pengembangan usaha, serta pemanfaatan sumberdaya timah.

"Kerja sama tersebut menarik perhatian karena keduanya adalah pelaku utama pertimahan dunia. PT TIMAH adalah BUMN produsen timah nomor dua terbesar, sedangkan Yunnan Tin nomor satu," kata Riza, di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Riza mengungkapkan, perusahaanya saat ini terus berupaya mengembangkan teknologi penembangan timah, dalam upaya untuk konsisten mencari dan menjaga pasokan material.

"Performa TINS melesat berkat strategi operasi yang baik, di antaranya dengan adanya penemuan sumber daya dan cadangan baru, baik itu di wilayah darat maupun laut serta perbaikan sistem manajemen kemitraan," ujar Riza.

‎Pada semester I tahun ini nilai saham Timan (TINS) mencatat kinerja yang sangat positif. BUMN yang bergerak di bidang industri penambangan timah ini mampu meningkatkan labanya dari minus Rp 32,88 miliar pada semester yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 150,65 miliar. Kenaikan yang mencapai 5,5 kali lipat ini menempatkan TINS sebagai salah satu emiten tambang dengan prospek menarik pada tahun 2017.

Performa positif laba TINS juga didukung oleh peningkatan kinerja operasional dan kinerja finansial. Untuk kinerja operasional pada semester I-2017, TINS mampu mencatatkan peningkatan produksi bijih timah sebesar 16.078 ton, atau naik 76,52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu 9.108 ton.

Produksi logam timah naik 56,56 persen menjadi 14.905 Mton dibanding semester pertama tahun 2016 sebesar 9.520 Mton. Adapun penjualan logam timah tercatat 14.404 Mton atau naik 23,30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar 11.682 Mton.

Saksikan Live Streaming INSPIRATO

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Tambahkan Modal Rp 500 Miliar, Bayer Makin Agresif ke 30 Negara
Artikel Selanjutnya
Sinergi 7 BUMN untuk Penguatan Industri Maritim RI