Sukses

Mendes PDTT Minta Pelaku Usaha Serap Produk Unggulan Desa

Liputan6.com, Jakarta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, berjanji akan mengajak para pelaku usaha nasional untuk, menyerap produk unggulan di pedesaan. Salah satunya adalah membuka peluang produk jagung di Bengkulu Selatan ke pasar. 

“Bupati komitmen untuk menanam jagung di lahan seluas 20.000 hektar. Jika sekali panen menghasilkan 5 sampai 7 ton dan per ton dihargai Rp 100 ribu, maka dalam satu kali panen akan hasilkan Rp 300 milyar setahun,” ujar Menteri Eko saat melakukan penanaman jagung di Desa Padang Lebar, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, dalam keterangannya, Kamis (21/9/2017).

Eko mengatakan, ada manfaat yang besar jika embung dibangun. Dalam hitungannya, suplai air dari embung akan mampu membuat lahan jagung panen setidaknya dua kali dalam setahun. Maka hasil pendapatan yang dicapai yakni Rp 600 milyar per tahunnya.

“Pemerintah nanti akan bantu sarana prasarananya yang akan disalurkan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Semakin produksinya bagus, dunia usaha pasti tertarik bangun sarana pascapanen, seperti gudang, mesin pengering, dan lainnya," ujarnya.

Eko juga meminta Bupati Bengkulu Selatan untuk bersama mengawal implementasi empat program prioritas percepatan pembangunan desa, yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa). Dirinya meyakini program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

“Jika empat program prioritas ini dilakukan di desa-desa, maka tidak akan ada lagi desa tertinggal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Mari bersama-sama sukseskan program ini,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, sinergi Kemendes PDTT dan Kementan merupakan sinergi yang hebat. Hal tersebut diyakini akan semakin meningkatkan produktifitas pedesaan. Hal itu diungkapkannya dengan bukti pemerintah tidak lagi mengimpor jagung.

"Kami siapkan sarana produksinya, Mendes siapkan embung. Jagung sekarang sudah tidak ada impor. Malahan Malaysia dan Filipina siap terima impor. Pada saatnya kami tutup impor, kita malah ekspor ke lima negara. Harga jagung kini stabil di kisaran Rp 3000-an," ungkapnya.

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, mengapresiasi kedatangan Mendes PDTT dan Mentan karena diyakini akan memotivasi produktifitas di daerahnya. Ia menjelaskan, potensi yang terdapat di wilayahnya yakni 110 hektar lahan sawah, 20 ribu hektar kebun dan 9 ribu ladang.

"Jika potensinya benar-benar diolah dengan baik, maka akan menggerakan ekonomi Bengkulu. Sarana dan prasarana produksi sangat di butuhkan,” ujar Dirwan.

Artikel Selanjutnya
Peningkatan Konsumsi Susu Harus Jadi Peluang Peternak Kecil
Artikel Selanjutnya
Percepat Swasembada Pangan, Industri Pupuk Harus Lebih Maju