Sukses

Siapa Perusahaan di Balik Hadirnya SPBU Pendatang Baru Vivo?

Liputan6.com, Jakarta - Badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) ‎di Indonesia bertambah satu dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan merek Vivo.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengungkapkan, SPBU Vivo dioperatori oleh PT Nusantara Energy Plant ‎Indonesia (NEPI).

"Vivo adalah penyalur dari PT Nusantara Energi Plant Indonesia," kata Ego, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

NEPI memiliki induk usaha di Singapura, yaitu Vitol Asia Pte Ltd. Perusahaan NEPI adalah investasi asing langsung di Indonesia, yang bisnisnya mencakup sektor energi, minyak dan gas (migas).

Perusahaan tersebut mengerjakan proyek di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek tersebut berupa Floating Storage Unit (FSU) berkapasitas 100 ribu ton, selain itu membangun kilang mini dengan kapasitas 30.000 barel per hari untuk menghasilkan Migas dan Avtur untuk memenuhi permintaan lokal.

Ego menuturkan, NEPI sebenarnya sudah memiliki izin ‎usaha umum BBM di Indonesia. Akan tetapi, untuk izin penyaluran BBM, perusahaan tersebut belum memenuhi persyaratan. "NEPI telah memiliki izin umum BBM," tutur Ego.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

SPBU Vivo

Sebelumnya berdasarkan pantauan Liputan6.com, di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. SPBU Vivo menggunakan warna dominan biru dan ada lambang kepala burung. SPBU ini menjual BBM dengan RON 88, 90, dan 92.

Lokasi SPBU Vivo tersebut dahulu merupakan SPBU milik Pertamina tetapi kemudian tutup dan setelah renovasi berubah nama menjadi Vivo.‎

Terdapat tiga dispanser untuk melayani kendaraan yang mengisi BBM dengan keterangan di atasnya jenis BBM, yaitu Revo 88, Revo 90, dan Revo 92. Dengan begitu, BBM itu setara kualitasnya dengan Premium, Pertalite, dan Pertamax yang dijual Pertamina.


Berdasarkan informasi yang diterima ‎Liputan6.com, SPBU tersebut dimiliki PT Nusantra Energy Plant Indonesia (NEPI), yang memiliki induk usaha di Singapura, yaitu Vitol Asia Pte Ltd.

Artikel Selanjutnya
Bajaj Roda Tiga pun Bertenaga Listrik, Bakal Masuk Indonesia?
Artikel Selanjutnya
Tahun Depan Nissan Rilis Mobil Baru, Kembaran Xpander?