Sukses

Berencana Liburan? Siapkan 5 Pos Pengeluaran Ini

Liputan6.com, Jakarta - Selamat Tahun Baru Islam.

Ketika tulisan ini keluar, mungkin sebagian dari Anda sedang menikmati hari kejepit. Seperti yang kita tahu, Tahun Baru Islam jatuh pada hari Kamis kemarin sehingga Kamis kemarin jadi hari libur resmi.

Tapi Jumat ini, sebagian dari Anda tetap masuk kerja seperti biasa, tapi sebagian dari Anda mengambil cuti. Saya baca kemaren di internet, hari Kamis malam Jakarta-Bekasi macet sampai 5 kilometer (km) karena banyak orang Jakarta berlibur keluar kota, dan Bandung - seperti biasa - adalah primadona.

Nah, mumpung lagi suasana libur kejepit dan libur pajang, maka tidak ada salahnya kita ngobrol sedikit tentang liburan. Di waktu-waktu yang akan datang, mungkin Oktober, November atau Desember tahun ini atau kapanpun itu, kalau Anda punya rencana untuk pergi liburan, kenapa tidak kita coba bahas apa saja pos-pos pengeluaran yang harus Anda persiapkan dananya.

Tahukah Anda bahwa kalau kita bicara liburan, maka umumnya hanya ada lima pos pengeluaran yang harus Anda siapkan dananya agar liburan Anda bisa berjalan dengan baik.

Ini kelima pos pengeluaran tersebut:

Transportasi

Pesawat, kereta, kapal laut, bis, travel atau kendaraan pribadi adalah pilihan Anda untuk pergi liburan. Kalau tujuan liburan Anda membutuhkan transportasi pesawat, maka sudah jadi kebiasaan bahwa tiket pesawat adalah hal yang pertama kali dicari untuk dibeli.

Entah itu tiga bulan sebelum berangkat, dua bulan, satu bulan atau bahkan beberapa minggu sebelumnya. Selain full service airline, sekarang juga sudah banyak budget airline yang bisa dipilih yang tiketnya bisa dibeli jauh-jauh hari.

Kenapa Anda perlu membeli jauh-jauh hari? Biasanya untuk menjamin Anda dapat tempat duduk (seat), dan Anda mencari kesempatan untuk dapat harga yang lebih murah.

Tapi enggak tahu kenapa, tetap banyak orang yang memesan tiket mepet-mepet dengan hari keberangkatan. Alasannya? Kalau pesan dari jauh-jauh hari, takut tidak jadi berangkat.

Bagaimanapun, cobalah memastikan diri dari jauh-jauh hari bahwa Anda memang jadi pergi. Dengan begitu Anda akan berani memesan tiket dari jauh hari. Selain itu, perhatikan juga tanggal kepergian Anda, ini karena setiap tempat liburan memiliki masa naik dan turun kunjungan wisatawan.

Desember akhir misalnya adalah masa dimana banyak orang pergi jalan-jalan. Begitu juga dengan libur sekolah dan libur Lebaran. Di China, saat ramai kunjungan wisatawan adalah saat Imlek atau Tahun Baru Cina.

Masa-masa ramai tentunya akan membuat harga-harga tiket dan hotel jadi lebih tinggi. Jadi pastikan Anda tahu kapan masa naik dan turun kunjungan wisatawan di tempat yang ingin Anda datangi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 3 halaman

Akomodasi

Tiap orang punya preferensi yang beda-beda kalau bicara tempat menginap saat liburan. Ada yang lebih suka di hotel, ada yang lebih suka di apartemen, ada yang lebih suka di guest house, losmen, dormitory, bahkan ada juga yang lebih suka menginap di tempat teman atau saudara.

Alasannya? Gratis. Kecenderungannya, biasanya makin lama liburan Anda, makin penting faktor harga buat Anda. Artinya, Anda cenderung akan mencari penginapan yang jauh lebih murah.

Bicara akomodasi, sekarang sudah banyak aplikasi pembanding harga akomodasi yang bisa Anda pilih. Banyak dari Anda yang jadi anggota (member) di aplikasi-aplikasi tersebut.

Artinya, kalau Anda sering memesan di situ, maka Anda akan mendapatkan poin, dimana poin itu kelak bisa Anda gunakan sebagai diskon kalau Anda memesan lagi di masa yang akan datang. Manfaatkan deh fasilitas member seperti itu. Lumayan lho diskonnya.

Makan dan minum

Kalau Anda perhatikan, transportasi dan akomodasi biasanya adalah dua pos yang harus Anda siapkan dananya dan Anda lakukan transaksinya jauh hari sebelum pergi liburan.

Nah, kalau makan dan minum, adalah pos yang uangnya mungkin sudah Anda siapkan dari jauh hari, tapi Anda bayarkan saat Anda sudah berada di tempat liburan.

Ini tiap orang juga punya preferensi yang beda-beda. Ada orang yang tidak pernah memasalahkan harga, yang penting dia bisa makan makanan khas kota itu, berapapun harganya.

Ada juga orang yang lebih mementingkan tempat, misalnya ada orang yang sengaja mencari tempat makan yang memang hanya ada di kota itu, tidak peduli makanannya enak atau tidak dan berapapun harganya.

Kalau Anda pergi ke Bali misalnya, ada tempat-tempat makan yang memang sangat terkenal sehingga banyak orang pergi ke sana untuk mendapatkan suasana, tidak peduli rasanya enak atau tidak dan harganya mahal atau tidak.

Sebaliknya, ada juga orang yang tiap pergi liburan selalu menghindari tempat-tempat makan yang harganya mahal. “Toh cuma makan saja, seenak apapun makanan ya paling enaknya cuma di kerongkongan”, begitu pikirnya.

Apapun itu, makan dan minum saat liburan sangat penting. Siapkan dananya.

 

2 dari 3 halaman

Obyek wisata

Saat Liburan, ada beberapa pilihan obyek wisata yang bisa Anda datangi. Ada obyek wisata alam seperti pemandangan Laut, danau atau gunung. Ada juga obyek wisata monumen, bangunan, sejarah  dan budaya seperti keraton di Yogyakarta, atau museum-museum, ada juga obyek wisata buatan seperti Dunia Fantasi di Jakarta, Trans Studio di Bandung atau Universal Studios di Singapura

Ada juga obyek wisata religi seperti gua maria di Kediri, dan ada juga obyek wisata belanja seperti mal-mal di Bangkok, dimana kalau Anda tidak beli sekalipun, obyek wisata itu juga tetap menarik untuk dikunjungi.

Menarik, kalau Anda pergi liburan tidak sendiri alias ramai-ramai, maka tiap anggota dalam rombongan biasanya punya kesukaan yang berbeda. Kalau Anda pergi dengan keluarga misalnya, si bapak bisa jadi mau pergi lihat obyek wisata monumen, bangunan, sejarah dan budaya, si ibu mau ke obyek wisata belanja, si anak laki-laki mau ke obyek wisata buatan seperti taman hiburan, dan si anak perempuan mau ke obyek wisata alam.

Di sini, pintar-pintarnya Andalah sebagai pemimpin perjalanan untuk menentukan dan mengambil jalan tengah dalam membagi waktu agar semua anggota dalam rombongan bisa terpuaskan. Tapi harap diingat, hati-hati saat peak season alias puncak kunjungan wisatawan, karena semua tempat yang saya sebutkan tadi bisa jadi bakal penuh dengan manusia.

Belanja

Harus diakui, seringkali saat liburan, belanja adalah pos pengeluaran yang bisa jadi menghabiskan uang paling banyak dibanding pos-pos lain. Belanja saat Jalan-jalan itu ada dua: Belanja untuk diri sendiri dan belanja oleh-oleh.

Nah, untuk diri sendiri, saya pikir itu pintar-pintarnya Anda mengendalikan keinginan, dalam arti bahwa boleh saja Anda berbelanja sesuai keinginan, tapi tetap harus ada batasnya. Ini karena saya seringkali menemukan orang yang ketika pergi jalan-jalan, dia seperti lepas kendali dengan berbelanja semua hal yang dia inginkan, padahal dananya belum tentu ada. Jadi kendalikan keinginan Anda agar dana Anda tidak jebol.

Kemudian belanja oleh-oleh. Saya pikir, oleh-oleh seperti kaos, suvenir dan makanan kecil atau minuman khas dalam kemasan (teh atau kopi lokal dalam bentuk bubuk atau kantung misalnya) akan tetap juara dibanding oleh-oleh yang lain untuk Anda berikan ke mereka yang menitip oleh-oleh tanpa kasih uang.

Pertimbangkan juga untuk membelinya di toko khusus oleh-oleh atau pasar yang terkenal karena harganya miring. Pertimbangkan tempat-tempat seperti itu, supaya Anda lebih hemat waktu, karena cukup sekali datang ke tempat itu, semua oleh-oleh yang Anda inginkan ada disitu. Lebih hemat waktu, kan?

Itu tips dari saya kali ini. Selamat mempersiapkan liburan Anda.

 

Safir Senduk & Rekan

Telepon: (021) 2783-0610
HP: 0811-355-000 (Dala Rizfie-Manajer)
Twitter/Instagram: @SafirSenduk

Artikel Selanjutnya
Top 3: Raja Salman Habiskan Rp 1,3 Triliun Pelesiran ke Maroko
Artikel Selanjutnya
Pelesiran ke Maroko, Raja Salman Habiskan Rp 1,3 Triliun