Sukses

Ada Penembakan, Tambang Freeport Beroperasi Normal

Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan operasi pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) tetap berjalan normal meski sebelumnya telah terjadi penembakan oleh orang tak dikenal di lokasi tambang.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, ‎pasca terjadinya penembakan, jalur utama pertambangan mengalami penutupan. Jalur utama akan kembali dibuka sampai ada keputusan dari Kepala Kepala Satuan Tugas Keamanan bahwa kondisi telah aman untuk melakukan perjalanan.

"Jalur tambang utama ditutup dan seluruh konvoi dihentikan hingga Kasatgas menyelesaikan penilaian situasi," kata Riza, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Namun meskipun ada penutupan jalur, aktivitas atau operasional penambangan tetap berjalan normal. Sementara yang terganggu adalah jalur logistik dan transportasi karyawan. "Jadi tidak berhenti. Jalur logistik dan transportasi karyawan terganggu," ujarnya.

Akibat penembakan tersebut, seorang pengemudi mengalami cidera, dan kendaraan Security and Risk Management (SRM) terkena beberapa peluru. Penembakan terjadi terhadap konvoi bus SDO Lowlands-Highlands di dekat Mile Post (MP) 60 sekitar pukul 10:40 WIT kemarin.

"Pengemudi tersebut saat ini tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit atas cidera yang tidak parah. Para aparat keamanan yang berada di mobil tersebut tidak mengalami cidera," tutur Riza.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Pernah terjadi

Teror penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia kembali dilakukan kelompok bersenjata di Timika, Papua. Korban Renald Suherser Solar mengalami luka di bagian kepala dan pundak setelah terkena serpihan proyektil peluru yang ditembakan kelompok bersenjata di Timika, Papua.

Seperti ditayangkan Fokus Malam Indosiar, Selasa (26/9/2017), peristiwa terjadi pada Senin pagi di Mile 60 saat karyawan PT Freeport Indonesia berangkat dari Kuala Kencana menuju Tembaga Pura.

Di tengah perjalanan pelaku menembakan peluru dari atas gunung berkali kali hingga menembus sejumlah bagian bodi mobil.

Teror yang dilakukan teror terhadap karyawan Freeport berdekatan lokasinya dengan aksi sebelumnya. Pada Minggu lalu dua kendaraan milik PT Freeport juga ditembaki kelompok bersenjata. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Artikel Selanjutnya
Pengusaha Ingin Lokasi Smelter Freeport di Papua
Artikel Selanjutnya
Nasib Freeport Jika Tak Ada Kesepakatan dari Negosiasi