Sukses

Rupiah Sentuh 13.508 per Dolar AS, IHSG Turun 21,98 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak di zona merah. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membayangi IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (28/9/2017), IHSG turun 21,98 poin atau 0,37 persen ke posisi 5.841,04. Indeks saham LQ45 susut 0,65 persen ke posisi 969,15. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 158 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 155 saham menguat jadi menahan pelemahan IHSG. 124 saham lainnya diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.866,60 dan terendah 5.839,59. Transaksi perdagangan saham cukup ramai.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 321.698 kali dengan volume perdagangan 10,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 6,7 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 503,56 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.508.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham tambang naik 2,29 persen, sektor saham infrastruktur mendaki 0,05 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,75 persen.

Sektor saham aneka industri susut 1,19 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi dan sektor saham manufaktur.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham BRAM naik 24,74 persen ke posisi Rp 5.915 per saham, saham ASBI melonjak 24,52 persen ke posisi Rp 386 per saham dan saham BUMI naik 9,77 persen ke posisi Rp 191 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham CMPP tergelincir 25 persen ke posisi Rp 975, saham SDRA merosot 11,25 persen ke posisi Rp 710 per saham, dan saham MTSM susut 10,60 persen ke posisi Rp 270 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,80 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,17 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,36 persen, dan indeks saham Taiwan susut 0,29 persen.

Sedangkan indeks saham yang menguat yaitu indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,02 persen dan indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,47 persen.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, aliran dana investor asing masih keluar dari pasar saham juga menekan IHSG.

"IHSG masih konsolidasi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang disebabkan oleh kembali menguatnya indeks dolar AS," ujar William saat dihubungi Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Menunggu Pidato Yellen, Rupiah Bergerak Menguat
Artikel Selanjutnya
Rupiah Terus Tertekan, Sempat Sentuh 13.385 per Dolar AS