Sukses

Menpan RB: Mau Jadi PNS, Anak Gubernur Sekali pun Harus Lulus Tes

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur menjamin dalam seleksi CPNS 2017 ini tidak bisa melalui titipan atau faktor kedekatan dengan seorang pejabat.

"Bahkan anak saya ataupun anak gubernur sekali pun tidak bisa langsung jadi PNS. Semua harus ikut dan lulus tes," kata dia saat memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN) Tan Abdurrahman Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Jumat (29/9/2017).

Ia mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyelenggarakan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gelombang II untuk 60 kementerian/lembaga dan Provinsi Kalimantan Utara.

Sebelumnya, pada gelombang pertama, juga digelar seleksi untuk Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan HAM. Dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dilakukan dengan sistem Computer Assited Test (CAT), tutur Asman, tidak memungkinkan seseorang, termasuk pejabat sekali pun, untuk melakukan intervensi.

Ia menuturkan, saat ini proses seleksi CPNS sudah menggunakan teknologi komputer, bukan lagi dengan kertas. Hal tersebut menutup kemungkinan adanya praktik curang di dalam mengangkat seorang menjadi PNS. Selain itu, soal yang diujikan pun dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbeda satu dengan yang lain, sehingga tidak kemungkinan peserta untuk saling menyontek.

Asman menegaskan, dalam seleksi CPNS 2017 ini, mulai dari pendaftaran sampai penetapan kelulusan bersifat obyektif, transparan, tidak diskriminatif, serta tidak dipungut biaya. Karena itu, apabila ada anak pejabat atau orang dekat di pemerintahan yang ingin menjadi PNS harus mengikuti dan lulus tes.

"Dengan sistem CAT seseorang dapat dilihat kemampuannya. Kalau memenuhi ambang batas, peserta dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Dalam SKD, setidaknya ada tiga kelompok, yakni substansi, psikotest, dan wawancara. Dua kelompok pertama memiliki bobot masing-masing 40 persen, sedangkan wawancara hanya 20 persen. Ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kecurangan dalam proses wawancara, seperti dikhawatirkan banyak orang.

"Wawancara bobotnya sangat kecil," ujar Asman.

Lebih lanjut Asman mengatakan, pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 ini.

Oleh karena itu, Asman selalu berusaha hadir ke lokasi tes di berbagai daerah untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan dengan benar dan lancar tanpa ada gangguan.

Mantan Wakil Wali Kota Batam ini juga mengingatkan agar mahasiswa/i STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang ingin menjadi PNS untuk lebih giat belajar. Ia mengingatkan, sesuatu yang besar tidak datang dengan mudah, tapi dengan kerja keras.

"Hanya dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri dan pertolongan Tuhan, maka seseorang akan berhasil," ujar dia.

Turut hadir dalam kuliah umum tersebut adalah Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Indra Gobel, Staf Khusus Menteri Bidang Hukum Kementerian PANRB Noviantika Nasution, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Didi Haryono, Wakil Bupati Bintan Dalmas Risaf, dan segenap sivitas akademika STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.

Artikel Selanjutnya
Pelamar Tembus 1 Juta, Menkumham Minta Seleksi CPNS Diawasi Ketat
Artikel Selanjutnya
Pemprov DKI Akan Beri Keringanan Pembayaran Tunggakan Rusun