Sukses

Lepas Saham Baru, Produsen Sari Roti Incar Dana Rp 1,43 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), produsen Sari Roti, menetapkan harga penawaran terbatas dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp 1.275 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yang ditulis Senin (2/10/2017), Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,12 miliar saham dengan nilai nominal Rp 20. Jumlah saham yang ditawarkan itu 18,18 persen dari modal ditempatkan dan disetor usai rights issue. Harga pelaksanaan rights issue Rp 1.275 per saham. Jadi total dana yang diraup dalam rangka rights issue Rp 1,43 triliun.

Dalam rangka rights issue, setiap pemegang sembilan saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 10 Oktober 2017 berhak atas dua HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru pada harga pelaksanaan.

Perseroan akan menggunakan dana hasil rights issue untuk pengembangan fasilitas produksi berupa pembangunan sekitar empat-enam pabrik baru di Jawa, Sumatra, Kalimantan. Selain itu, perseroan juga akan menambah lini produksi untuk roti dan kue di pabrik yang ada sekarang. Dana rights issue juga akan digunakan untuk keperluan belanja modal atas perawatan dan pemeliharaan fasilitas produksi Perseroan.

Pemegang saham perseroan, yaitu PT Indoritel Makmur Internasional Tbk selaku pemegang 31,50 persen menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimiliki. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk akan mengalihkan haknya kepada Bonlight Investments Limited (BIL). Bonlight Investments Limited sebagai pemegang 25,41 persen saham PT Nippon Indosari Tbk akan melaksanakan HMETD yang dimiliki sesuai dengan porsi kepemilikan.

Sebelum pelaksanaan rights issue ini, pemegang saham PT Nippon Indosari Tbk antara lain PT Indoritel Makmur Internasional Tbk sebesar 31,50 persen, Bonlight Investments Limited sebesar 25,41 persen, Pasco Shikishima sebesar 8,5 persen, Sojitz Corporation sebesar 4,25 persen dan masyarakat sebesar 30,34 persen.

Kepemilikan saham usai rights issue, dan hanya BIL serta Pasco Shikishima Corporation yang melaksanakan HMETD-nya antara lain PT Indoritel Makmur Internasional Tbk sebesar 25,78 persen, Bonlight Investments Limited sebesar 37,42 persen, Pasco Shikishima Corporation sebesar 8,5 persen, Sojitz Corporation sebesar 3,48 persen dan masyarakat sebesar 24,82 persen.

Jadwal rights issue PT Nippon Indosari Tbk antara lain perseroan sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 September 2017, cum-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 5 Oktober 2017, ex-HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Oktober 2017, cum-HMETD di pasar tunai 10 Oktober 2017.

Kemudian EX-HMETD di pasar tunai dan distribusi sertifikat pada 11 Oktober 2017. Sedangkan pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Oktober 2017.

Perdagangan HMETD pada 12-18 Oktober 2017, pembayaran dan pelaksanaan HMETD pada 12-18 Oktober 2017, dan distribusi saham hasil HMETD pada 16-20 Oktober 2017.

Selanjutnya akhir pembayaran pemesanan saham tambahan 20 Oktober 2017, penjatahan efek distribusi pada 23 Oktober 2017, distribusi saham hasil penjatahan pada 23 Oktober 2017, dan pengembalian uang kelebihan pemesanan pada 25 Oktober 2017.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu, saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk berada di posisi Rp 1.260 per saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Intip 2 Kinerja Emiten BUMN Tambang hingga Semester I
Artikel Selanjutnya
PT PP Raih Kontrak Baru Rp 21,8 Triliun hingga Juli 2017