Sukses

Data Ekonomi Beri Sinyal Menguat, Wall Street Cetak Rekor

Liputan6.com, New York - Wall Street ditutup menguat, dengan ketiga indeks utama menyentuh rekor tertinggi seiring data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memberi sinyal penguatan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 152,51 poin atau 0,68 persen menjadi 22.557,6. Sementara indeks S&P 500 menguat 9,76 poin atau 0,39 persen menjadi 2.529,12 dan komposit Nasdaq bertambah 20,76 poin atau 0,32 persen menjadi 6,516.72. Ketiganya ditutup mencapai rekor.

Pasar dipengaruhi data ekonomi yang menguat. Di mana ukuran aktivitas manufaktur AS melonjak mendekati level tertingg dalam 13,5 tahun di September.

Gangguan pada rantai pasokan yang disebabkan oleh Badai Harvey dan Irma mengakibatkan pabrik membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantarkan barang dan meningkatkan harga bahan baku.

Di antara sektor-sektor dengan kenaikan terbesar pada hari Senin adalah bahan, industri dan keuangan.

Optimisme tentang reformasi perpajakan juga terus menyokong saham. Presiden Donald Trump minggu lalu mengusulkan perombakan pajak terbesar dalam tiga dekade, namun tak dijelaskan detail.

Russell 2000 kecil mencatat rekor tinggi lainnya. Perusahaan-perusahaan kecil diperkirakan menjadi penerima manfaat terbesar dari pemotongan pajak.

"Ada banyak rincian (mengenai reformasi pajak) yang perlu dilakukan, namun pasar tentu saja ingin percaya bahwa sesuatu yang baik mungkin terjadi," kata Scott Wren, Ahli Strategi Ekuitas Global Wells Fargo Investment Institute di St. Louis.

Data ekonomi juga turut membantu, katanya. "Layanan adalah indikator yang lebih baik tentang apa yang mendorong ekonomi, tapi bagus untuk melihat kondisi pabrik", dia menambahkan.

 

Sementara insiden penembakan yang paling mematikan dalam sejarah AS oleh Seorang pria bersenjata yang membunuh setidaknya 58 orang dan melukai lebih dari 500 lainnya di Las Vegas pada hari Minggu, membuat saham pembuat senjata naik, termasuk Sturm Ruger (RGR.N), naik 3,5 persen.

 

Sekitar 6,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, bahkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Saksikan Live Streaming INSPIRATO

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Wall Street Naik Terdorong Harapan Reformasi Pajak AS
Artikel Selanjutnya
Wall Street Menguat Terdorong Sentimen The Fed