Sukses

Reformasi Pajak AS Berpotensi Lolos Bawa Bursa Asia Menguat

Liputan6.com, Jakarta Bursa Asia menguat pada awal perdagangan jelang akhir pekan ini, usai optimisme mengenai rencana reformasi pajak AS mengangkat saham Wall Street ke level tertinggi barunya.

Sementara nilai tukar dolar menguat dekati level tertinggi dalam tujuh minggu menyusul indikasi tambahan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Melansir laman Reuters, Jumat (6/102;2017), indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1 persen, bersiap untuk kenaikan 1,4 persen dalam sepekan. Nikkei Jepang N225 naik 0,3 persen, saham Australia naik 0,7 persen dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,9 persen.

Indeks S & P 500 membukukan rekor tertinggi keenam pada penutupan di hari Kamis, jangka terpanjang sejak 1997. Investor menyambut kemungkinan terjadinya perombakan pajak, di mana pemerintahan Donald Trump bersama Kongres hampir mencapai kesepakatan mengenai resolusi anggaran. 

Saham Wall Street juga terangkat indikator baru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat. Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih dari perkiraan.

Dorongan terakhir dalam optimisme ekonomi AS mengangkat imbal hasil obligasi dan membantu mengambil indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama ke level tertinggi dalam tujuh minggu.

Adapun kepentingan utama pasar keuangan adalah bagaimana badai Harvey dan Irma berdampak pada jumlah pekerjaan di September.

"Badai telah membuat kondisi pekerjaan sulit untuk dijabarkan dan reaksi pasar dapat dibatasi terlepas dari seberapa kuat atau lemah hasilnya," kata Shin Kadota, Ahli Strategi Senior Barclays di Tokyo.

Para ekonom memperkirakan hanya terdapat 90 ribu pekerjaan baru di AS pada September, turun dari Agustus yang sebesar 156.000, menurut jajak pendapat Reuters.

"Jika hasilnya kuat, akan meningkatkan ekspektasi Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Desember. Tapi apakah ekspektasi kenaikan suku bunga di luar bulan Desember bisa dinaikkan adalah masalah lain. Dengan the Fed mempertahankan sikap hati-hati terhadap harga dan dengan (Chair Janet) masa jabatan Yellen yang berakhir pada bulan Februari," jelas Kadota .

Indeks dolar secara rata-rata ada di 93.941 setelah naik ke 93.990, tertinggi sejak 17 Agustus. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan Ikuti Wall Street
Artikel Selanjutnya
Bursa Saham Asia Melambung Jelang Akhir Pekan