Sukses

IHSG Naik Terbatas Sambut Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung variasi pada perdagangan saham menjelang akhir pekan ini. IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau di akhir perdagangan saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (6/10/2017), IHSG naik terbatas 3,47 poin atau 0,06 persen ke posisi 5.905,37. Indeks saham LQ45 menguat 0,19 persen. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham Pefindo25 turun 0,12 persen.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.922,74 dan terendah 5.894,23. Ada sebanyak 149 saham menguat, sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 168 saham melemah. 118 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 235.787 kali dengan volume perdagangan saham 6,4 miliar saham. Nilai transaksi saham Rp 6,3 triliun. Investor asing menjual saham Rp 1,13 triliun di seluruh pasar. Sedangkan posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.497.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham tambang naik 0,91 persen, dan bukukan kenaikan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 0,33 persen dan sektor saham keuangan menanjak 0,27 persen. Sedangkan sektor saham perdagangan merosot 0,35 persen, dan catatkan penurunan terbesar.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham HDFA naik 34,50 persen ke posisi Rp 230 per saham, saham ASJT melonjak 25 persen ke posisi Rp 975 per saham, dan saham OKAS menanjak 24,56 persen ke posisi Rp 426 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham AKSI turun 25 persen ke posisi Rp 735 per saham, saham TAXI tergelincir 22,67 persen ke posisi Rp 58, dan saham BBLD susut 20,98 persen ke posisi Rp 486 per saham.

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,28 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,30 persen, indeks saham Singapura menanjak 0,90 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,14 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tajam kemarin untuk masuk ke pasar saham. Hal ini mengangkat IHSG. Akan tetapi, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Reza menambahkan, dari sentimen eksternal, pelaku pasar juga memperhatikan kondisi ekonomi AS yang membaik. Ini mengangkat bursa saham AS sehingga berdampak positif ke bursa saham Asia termasuk IHSG.

"Pelaku pasar global optimistis terhadap pemangkasan pajak di AS," kata Reza saat dihubungi Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
IHSG Bakal Menguat, Awasi Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Naik, Cermati Saham Pilihan Ini