Sukses

Harga Emas Menguat Akibat Pelemahan Dolar AS

Liputan6.com, New York - Harga emas naik menghapus semua kerugian pada minggu sebelumnya, seiring melemahnya dolar. Kembalinya pembelian dari China ke pasar juga memberikan dukungan buat harga emas.  

Melansir laman Reuters, Selasa (10/10/2017), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi US$ 1.283,16 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menetap naik 0,8 persen ke posisi US$ 1,285 per ounce.

Harga emas melambung setelah jatuh untuk minggu keempat dalam posisi terendah di dua bulan pada hari Jumat. Ini imbas optimisme terhadap pertumbuhan upah dan pengangguran yang mendukung harapan kenaikan imbal hasil obligasi AS akan lebih tinggi pada Desember. Kenaikan emas di atas rata-rata pergerakan 200 hari ke posisi US$ 1,253 per ounce.

Sementara itu, dolar melemah ke bawah level tertinggi dalam 10 minggu, di tengah kekhawatiran geopolitik di Korea Utara dan Spanyol yang mendukung harga emas. "Saya pikir ini sebagian besar karena faktor teknis," kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior Bank Wealth Management AS.

Dia menambahkan bahwa masalah geopolitik tetap ada dan ikut mendukung harga emas.

Memang pada hari minggu, Senator dari Republik A. Bob Bob Corker dalam sebuah wawancara dengan New York Times memperingatkan, bahwa Presiden Donald Trump mempertaruhkan negaranya berada di jalan untuk Perang Dunia Ketiga,  dengan memberikan ancaman sembrono terhadap negara lain. 

 "Untuk saat ini, emas mungkin telah mencapai titik terendah," kata Analis ABN Amro Georgette Boele.

Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, Boele menambahkan, juga masih memberikan dampak ke harga emas.

Di sisi lain, Bank sentral China menahan diri untuk tidak menambah cadangan emas untuk bulan ke 11 berturut-turut pada September.

Di pasar fisik, pembeli China mulai kembali setelah Liburan Golden Week, faktor lain yang sangat mendukung harga emas.    

Sedangkan harga logam lainnya, perak naik 0,7 persen menjadi US$ 16,89 per ounce. Sementara platinum naik 0,3 persen ke posisi US$ 915,75 per ounce dan paladium 0,8 persen lebih tinggi di US$ 927.50

Artikel Selanjutnya
Menunggu Pidato Yellen, Rupiah Bergerak Menguat
Artikel Selanjutnya
Rupiah Terus Tertekan, Sempat Sentuh 13.385 per Dolar AS